Pasien Corona Tewas Pertama di AS, Trump Imbau Tetap Tenang

CNN Indonesia | Minggu, 01/03/2020 05:19 WIB
Trump mengatakan pada Senin mendatang akan mengumpulkan bos-bos farmasi di Gedung Putih guna mendiskusikan vaksin antivirus corona (Covid-19). Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (AFP/Brendan Smialowski)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasi pasien tewas pertama di negerinya akibat infeksi virus corona (Covid-19).

Pasien tewas itu adalah seorang perempuan berusia 50an di salah satu kawasan negara bagian Washington. Atas tragedi tersebut, Trump mengimbau rakyat AS untuk tidak panik.

"Kami akan mengambil langkah paling agresif untuk melawan virus corona, " ujar Trump, Sabtu (29/2) seperti dilansir AFP.


"Negara kita telah bersiap untuk menghadapi segala apapun. Tak ada alasan untuk panik sama sekali," sambungnya.

Gubernur Washington, Jay Inslee, menyatakan belasungkawanya atas kematian pasien positif corona itu di negara bagiannya.

Trump mengatakan pada Senin (2/3), dirinya akan bertemu dengan para pemimpin grup farmasi besar di Gedung Putih. Mereka akan mendiskusikan langah dan upaya untuk mengembangan vaksin melawan virus tersebut.

Lebih lanjut, Trump menyatakan kasus corona yang terdeteksi di AS oleh sistem kesehatan publik saat ini mencapai 22. Ditambah pasien yang direpatriasi dari luar AS, kata Trump, saat ini menjadi 77 totalnya.

Di seluruh dunia, kini virus yang awalnya terdeteksi mula-mula di Wuhan (China) itu telah meneybar ke 61 dunia. Di seluruh dunia saat ini setidaknya 86 ribu dikethui terinfeksi dan, 2.900 orang tewas karenanya.

(AFP/kid)