Pemerintah Singapura Bagikan Masker Gratis untuk Warga

CNN Indonesia | Selasa, 03/03/2020 13:54 WIB
Pemerintah Singapura membagikan masker secara gratis untuk warga sebagai upaya pencegahan dari infeksi virus corona (Covid-19). Pemerintah Singapura membagikan masker secara gratis untuk warga sebagai upaya pencegahan dari infeksi virus corona. (iStockphoto/mihalec)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Singapura membagikan masker secara gratis untuk warga sebagai upaya pencegahan dari infeksi virus corona (Covid-19). Warga diimbau tidak panik dengan memborong masker.

Pihak berwenang mengatakan Singapura memiliki cukup stok masker bagi 1,3 juta keluarga. Satu keluarga akan diberikan masing-masing empat masker.

"Kami memiliki pasokan masker yang cukup di Singapura, asalkan kita semua menggunakannya secara bertanggung jawab," kata Menteri Pembangunan Nasional Lawrence Wong seperti dikutip dari Straits Times.


Meski demikian, Wong mengingatkan bahwa mereka yang sehat tidak perlu memakai masker. "Anda hanya mengenakan masker jika tidak sehat dan Anda harus pergi ke dokter."


Masker-masker itu dibagikan di pusat komunitas warga. Untuk mendapatkan masker, warga harus menunjukkan kartu identitas. Sedangkan warga yang rentan, masker akan dikirimkan ke rumah mereka.

Warga Singapura sempat dilanda kepanikan setelah pemerintah meningkatkan level waspada virus corona dari kuning ke oranye.

[Gambas:Video CNN]

Warga kota dengan 5,7 juta penduduk itu langsung menyerbu toko-toko dan membeli kebutuhan pokok, masker serta tisu toilet. Saat itu masker menjadi barang langka, warga sulit mendapatkan di toko-toko ritel.

Namun saat ini kondisi di Negeri Singa itu sudah bisa dikendalikan. Sejumlah swalayan dan toko-toko membatasi jumlah barang yang dapat dibeli satu individu, terutama makanan pokok seperti beras dan mi instan.

Pemerintah Singapura juga berinisiatif mencari pemasok baru di tengah kelangkaan masker secara global. Singapura meningkatkan stok masker dari pemasok tradisional.


Angkatan Bersenjata Singapura bekerja sepanjang waktu untuk mengemas masker dan menggandeng Asosiasi Rakyat untuk mendistribusikan.

Kondisi panik seperti itu kini terjadi di Indonesia, setelah pemerintah mengumumkan kasus pertama penularan virus corona. Presiden Joko Widodo menyebut ada dua orang warga Kota Depok yang terpapar virus corona.

Harga masker mulut dan hand sanitizer di toko online atau e-commerce melambung.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, Selasa (3/3), pada platform Shopee satu kotak masker muka merek Sensi 3 ply (3 lapis) dijual seharga Rp500 ribu-Rp700 ribu. Toko online lainnya, menjual masker dengan merek yang sama seharga Rp299.555-Rp499.555 satu kotak.


Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menuturkan terjadi lonjakan pengunjung toko ritel sekitar 10 persen-15 persen, pasca pemerintah mengumumkan ada dua WNI positif terinfeksi virus corona.

Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey mengatakan kenaikan pengunjung terjadi di sejumlah toko ritel yang berada di Depok dan Jakarta Selatan. (dea)