Thailand Konfirmasi Kematian Pertama Akibat Virus Corona
CNN Indonesia
Minggu, 01 Mar 2020 16:32 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Kesehatan Publik Thailand melaporkan seorang pria berusia 35 tahun meninggal setelah terinfeksi virus corona, Minggu (1/3).
Juru bicara Kemenkes Thailand, dokter Suwannachai Wattanayingcharoenchai mengatakan pria tersebut telah menderita demam berdarah sebelum dinyatakan positif Covid-19.
Dilansir CNN, selain menderita demam berdarah, Suwannachai mengatakan pria Thailand itu juga mengalami "kegagalan beberapa organ".
Pria itu menjadi pasien virus corona pertama yang meninggal di Thailand.
[Gambas:Video CNN]
Sejauh ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ada 42 kasus virus corona yang terjadi di negara Asia Tenggara itu.
Dikutip Bangkong Post, pria tersebut bekerja sebagai buruh retail.
"Kasus ini merupakan sebuah kasus yang melibatkan transmisi lokal. Ia terpapar virus corona karena memiliki kontak dengan wisatawan asal China," kata Suwannachai.
Pria 35 tahun itu dikabarkan telah dirawat di rumah sakit sejak 16 Februari lalu dan sempat dipindahkan ke Institut Penyakit Menular Bamrasnardura sebelum meninggal karena mengalami kegagalan organ.
(rds/sur)
Juru bicara Kemenkes Thailand, dokter Suwannachai Wattanayingcharoenchai mengatakan pria tersebut telah menderita demam berdarah sebelum dinyatakan positif Covid-19.
Dilansir CNN, selain menderita demam berdarah, Suwannachai mengatakan pria Thailand itu juga mengalami "kegagalan beberapa organ".
Pria itu menjadi pasien virus corona pertama yang meninggal di Thailand.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ada 42 kasus virus corona yang terjadi di negara Asia Tenggara itu.
Dikutip Bangkong Post, pria tersebut bekerja sebagai buruh retail.
"Kasus ini merupakan sebuah kasus yang melibatkan transmisi lokal. Ia terpapar virus corona karena memiliki kontak dengan wisatawan asal China," kata Suwannachai.
Pria 35 tahun itu dikabarkan telah dirawat di rumah sakit sejak 16 Februari lalu dan sempat dipindahkan ke Institut Penyakit Menular Bamrasnardura sebelum meninggal karena mengalami kegagalan organ.