Eks Pejabat Wuhan Tersandung Korupsi Usai Wabah Virus Corona

CNN Indonesia | Kamis, 12/03/2020 20:00 WIB
Mantan Sekjen Komite Partai Komunis China di Kota Wuhan, Cai Jie, diadili karena diduga korupsi setelah merebaknya virus corona. Ilustrasi. Mantan Sekjen Komite Partai Komunis China di Kota Wuhan, Cai Jie, diadili karena diduga korupsi setelah merebaknya virus corona. (Istockphoto/simpson33)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Sekretaris Jenderal Komite Partai Komunis China di Kota Wuhan, Cai Jie, diadili karena diduga korupsi setelah merebaknya wabah virus corona.

Cai dan sejumlah pejabat di Provinsi Hubei dicopot dari posisinya pada Februari lalu setelah merebaknya wabah mematikan yang merenggut nyawa ribuan penduduk setempat dan dunia.

Seperti dilansir AFP, Kamis (12/3), Kejaksaan Agung China menyatakan Cai ditangkap karena disangka menerima suap dan menyalahgunakan wewenang. Dia disebut mengambil keuntungan dari jabatannya dan menerima suap berupa uang dan properti yang bernilai cukup besar.


Selain itu, Cai juga disebut menggelapkan anggaran pemerintah kepada sejumlah perusahaan swasta.

Pemerintah pusat China langsung mencopot sejumlah petinggi dan gubernur Provinsi Hubei serta Kota Wuhan akibat penyebaran virus corona.

Sekretaris Partai Komunis China di Hubei, Jiang Chiaoliang, diganti oleh Wali Kota, Ying Yong. Ketua Partai Komunis China di Wuhan, Ma Guoqiang, juga dicopot.

[Gambas:Video CNN]

Presiden China, Xi Jinping, juga mendepak dua pejabat Dinas Kesehatan Provinsi Hubei, serta kepala Palang Merah Wuhan.

Pemerintah Provinsi Hubei dan Kota Wuhan dikritik habis oleh penduduk setempat karena dianggap tidak tanggap dan mengabaikan peringatan dari sejumlah dokter dan tenaga medis akan ancaman virus tersebut.

Seorang dokter di Wuhan yang sempat memperingatkan bahaya virus corona dan meninggal usai terinfeksi, Li Wenliang, dilaporkan sempat ditangkap setelah membahas ancaman penyakit tersebut dengan rekan sejawatnya melalui media sosial.

Dia disebut ditekan oleh aparat supaya menghentikan membahas penyakit itu, karena dianggap memicu kepanikan.

Selain itu, pemerintah kota Wuhan juga dikritik setelah memaksa menggelar pesta rakyat menjelang Imlek dengan mengundang 40 ribu keluarga, sehari sebelum wilayah itu ditutup akibat virus corona.

Sampai hari ini tercatat ada 80.932 kasus infeksi virus corona di China. Dari jumlah tersebut ada 3.172 orang yang meninggal dan 62.860 penduduk yang sembuh. (ayp)