Membedah Kebijakan Lockdown di Negara Lain Hadapi Corona

CNN Indonesia
Rabu, 18 Mar 2020 16:00 WIB
Sejumlah negara mengadopsi kebijakan lockdown yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencegah penyebaran virus corona. Situasi Colosseum di Italia di tengah wabah virus corona. (AP Photo/Alessandra Tarantino)
Menutup fasilitas publik

Pemerintah Italia menutup semua bar, restoran, dan pertokoan mulai pertengahan Maret. Warga hanya bisa membeli bahan makanan di supermarket dan tak diizinkan berkumpul di tempat umum.

Belgia juga tetap memperbolehkan supermarket buka. Namun, setiap orang yang berbelanja hanya boleh menghabiskan waktu maksimal 30 menit.


Pemerintah Kota Milan dan Roma juga menutup tempat-tempat wisata, termasuk taman dan perkebunan untuk mencegah orang-orang berkumpul.

Sementara Spanyol yang baru memberlakukan lockdown, menutup semua kantor dan unit usaha, kecuali yang memberikan pelayanan penting. Serupa dengan aturan yang diberlakukan Libanon.

Fasilitas penting yang diizinkan biasanya menyangkut distribusi makanan, layanan kesehatan, transportasi, dan keamanan tetap diperbolehkan.

Selain itu fasilitas umum seperti sekolah dan universitas juga ditutup di negara-negara yang menerapkan lockdown dan beberapa negara lainnya yang belum.
Ragam Kebijakan Lockdown di Negara Lain Hadapi Virus CoronaSituasi Ibu Kota Caracas, Venezuela. (RONALDO SCHEMIDT / AFP)

Pemerintah kota Manila, Filipina, menutup sekolah selama satu bulan. Begitupun dengan Iran dan Irak, yang juga menutup pusat perbelanjaan dan bioskop di seluruh negeri.

Selain menutup sekolah dan universitas serta bioskop, pemerintah Prancis juga menutup tempat penitipan anak, perpustakaan, museum, dan gedung teater, serta melarang pertemuan lebih dari 100 orang.

Venezuela yang melakukan karantina serempak di tujuh negara bagiannya, menangguhkan seluruh kegiatan masyarakat sejak awal pekan ini, termasuk kegiatan belajar di sekolah dan universitas, serta acara olahraga.

Filipina, Iran, Irak, dan beberapa negara juga melarang pertemuan massal dan acara-acara besar. Bahkan pemerintah Iran juga untuk sementara meniadakan salat Jumat. Sementara itu, Arab Saudi melarang ceramah lebih dari 15 menit.

Selain negara-negara tersebut, Austria juga melarang pertemuan publik lebih dari lima orang. Sementara, Amerika Serikat telah melarang pertemuan massal melebihi 10 orang, yang diberlakukan selama 15 hari ke depan. Meski demikian, pemerintah AS masih belum menyatakan lockdown.

Beberapa wilayah juga mulai mengurangi operasional transportasi publik, termasuk pembatasan jadwal kereta, bus, hingga penerbangan internasional.

Melarang warga keluar rumah

Selama masa pemberlakuan lockdown, beberapa negara mengimbau warganya agar tak meninggalkan rumah. Italia, Spanyol, Libanon, Filipina, dan Malaysia meminta warganya untuk tinggal di rumah.

Pemerintah Italia melarang orang-orang untuk keluar rumah dan mengadakan acara, termasuk untuk menggelar upacara pemakaman.

Di Belgia, hanya petugas medis, pekerja di sektor makanan dan apotek, atau warga yang hendak berolahraga sendiri tanpa berkelompok saja yang diizinkan keluar rumah.

Serupa dengan yang dilakukan Korut, yang mengisolasi seluruh warga negaranya dan warga asing, termasuk para diplomat. Selama program isolasi berlangsung, para diplomat dilarang keluar dari kompleks perkantoran mereka.

Prancis juga melarang warganya untuk meninggalkan rumah. Jika terpaksa, mereka harus membuat surat pernyataan yang menegaskan alasan mereka keluar. Meski demikian, pemerintah masih memperbolehkan warga untuk pergi bekerja asalkan menunjukkan kartu pegawai.
Ragam Kebijakan Lockdown di Negara Lain Hadapi Virus CoronaWarga New York, AS, di tengah pandemi corona. (AP Photo/Seth Wenig)
Imbauan untuk tidak keluar rumah juga dikeluarkan oleh beberapa negara yang hingga saat ini tidak menerapkan lockdown. Salah satunya Inggris dan Amerika Serikat, yang meminta warganya untuk bepergian dan melakukan kontak yang tidak penting dengan orang lain. Pemerintah AS pun mengimbau warganya untuk menghindari makan dan minum di bar atau restoran.

Sementara itu, San Fransisco memiliki aturan yang lebih ketat daripada kota-kota AS yang lain. Pemerintah kota melarang warganya untuk keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan kebutuhan yang penting, seperti pergi ke supermarket, kepolisian, bank, pompa bensin, dan apotek.

Peru dan Austria juga mewajibkan isolasi sosial selama 15 hari pada seluruh warganya. Hanya mereka yang membutuhkan "barang-barang penting" yang bisa pergi keluar rumah.

Pemerintah Puerto Rico juga melakukan pembatasan seluruh wilayah dan meminta warga untuk tidak meninggalkan rumah hingga 30 Maret mendatang.
Menerjunkan tentara dan polisi

Prancis mengerahkan 100 ribu petugas kepolisian untuk memastikan aturan lockdown dipatuhi. Sementara, Filipina menerjunkan militer untuk memastikan ketertiban dan keamanan selama penerapan lockdown.

Serupa dengan Peru yang menerapkan sistem penjagaan dengan menerjunkan militer dan polisi.

Negara-negara lain juga cenderung menerjunkan militer atau pihak kepolisian untuk berjaga. Bagi orang yang melanggar aturan ini dapat ditangkap hingga diganjar denda.
Ragam Kebijakan Lockdown di Negara Lain Hadapi Virus Corona(CNN Indonesia/Fajrian)
Italia dapat menghukum warga yang tak patuh dengan denda sebesar 206 euro atau hukuman penjara. Spanyol pun mengancam warganya dengan denda apabila tak mematuhi aturan lockdown yang diberlakukan sejak awal pekan ini.

Dilaporkan AFP awal pekan lalu, pemerintah Iran bahkan mengatakan akan memantau warganya selama 10 hari, baik dari udara, telepon, ataupun secara langsung. (ang/ayp)
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER