Malaysia Tangkap dan Karantina 12 Jamaah Ijtima Dunia di Gowa

CNN Indonesia | Senin, 23/03/2020 16:23 WIB
Malaysia Tangkap dan Karantina 12 Jamaah Ijtima Dunia di Gowa Ilustrasi. Apart keamanan Malaysia menangkap dan mengkarantina 12 jamaah yang menghadiri Ijtima Dunia di Gowa, Sulawesi. (Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aparat keamanan Malaysia dilaporkan menangkap 12 warganya yang merupakan jemaah Ijtima Dunia Zona Asia di Gowa, Sulawesi Selatan, setibanya di Negeri Jiran. Usai diamankan, puluhan warga Malaysia ini kemudian akan dikarantina untuk menekan penyebaran virus corona.

Kepala Kepolisian wilayah Tawau, Peter Ambuas menuturkan 12 warga Malaysia merupakan peserta itima dunia Zona Asia yang batal digelar.

Peter menuturkan 12 jemaah tersebut berupaya pulang dan memasuki perairan Sabah dengan menggunakan sebuah perahu.


Namun, upaya tersebut gagal setelah dicegat oleh tim patroli laut gabungan Badan Penegakan Hukum Maritim dan angkatan bersenjata Malaysia sekitar pukul 15.20 waktu setempat.

Dilansir Free Malaysia Today, pemerintah Negeri Jiran memang tengah memantau kepulangan para peserta Ijtima Dunia Zona Asia dari Indonesia. 

Sebagian peserta ijtima itu dikabarkan menggunakan jalur laut untuk pergi ke Gowa. Pihak berwenang Malaysia mulai memantau perairan sekitar Sulawesi setelah rombongan peserta ijtima dikabarkan mencapai Sungai Pancang di Pulau Sebatik, Indonesia.

[Gambas:Video CNN]

Usai ditangkap tim patroli laut, belasan peserta ijtima itu digiring menuju Pusat Karantina dan Bea Cukai Imigrasi sebelum diserahkan kepada aparat keamanan. Kabarnya para peserta ijtima ini akan dikarantina di gedung institut Perguruan Tawau.

Negara Bagian Sabah mengumumkan akan melarang setiap orang termasuk warga Malaysia yang ingin pulang dari Sulawesi.
Malaysia Tangkap dan Karantina 12 Jamaah Ijtima Dunia di GowaFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Penahanan ini berlangsung ketika Sabah menemukan 22 kasus virus corona baru hari ini, Senin (23/3). Sejauh ini, ada total 40 kasus Covid-19 di Tawau, 33 di Lahad Datu, dan 22 kasus di Kinabalu.

Sementara itu, 11 kasus Covid-19 terdapat di masing-masing Kinabatang dan Sandakan, sementara empat kasus ditemukan di Putatan dan Sipitang.

Kota Kunak dan Kota Belut tercatat masing-masing memiliki lima kasus positif corona, dua kasus masing-masing berasal dari Kota Papar dan Ranau. Sementara itu ada 12 kasus virus corona di Tuaran, enam kasus di Beaufort, dan satu kasus lainnya di Semporna.

Hingga ini, total ada 1.306 kasus corona di Malaysia dengan 11 kematian. Sebagian kasus corona di Malaysia berkaitan dengan acara tablig akbar di Masjid Sri Petaling pada 27 Februari hingga 1 Maret lalu. 

Sekitar 13 peserta tablig akbar tersebut yang merupakan warga Indonesia dinyatakan positif Covid-19. Acara tablig yang dihadiri lebih dari 10 ribu jemaah dari 27 negara itu menjadi salah satu kluster penyebaran corona di Negeri Jiran. (rds/evn)