Perluasan area pemakanan diketahui dari gambar satelit yang dirilis oleh Maxar Technologies. Gambar yang dirilis pada 1 dan 8 Maret menunjukkan ada peningkatan aktivitas di area pemakaman di Qom.
Pada 1 Maret lalu tampak dua penggalian dilakukan dan lebih banyak aktivitas serupa di hari-hari berikutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iran menjadi negara dengan kasus virus corona terbesar di kawasan Timur Tengah dengan 23.049 dengan 1.812 kematian dan 8.376 orang sembuh. Angka ini menjadikan Iran sebagai lima besar negara dengan kasus corona tertinggi di dunia setelah China, Italia, Amerika Serikat, Spanyol, dan Jerman.
[Gambas:Video CNN]
Untuk menekan penyebaran virus corona, pekan lalu pemerintah Iran membuat keputusan mengejutkan yang meminta salat Jumat ditiadakan selama dua pekan di seluruh daerah. Selain itu, sekolah dan universitas ditutup, serta acara yang melibatkan banyak orang juga dibatalkan.
Iran mengonfirmasi 31 provinsi telah mencatatkan kasus virus corona. Sejumlah pejabat negara termasuk penasehat pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Ali Akbar Velayati dikonfirmasi positif Covid-19.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Abbas Mousavi sebelumnya menolak tawaran bantuan dari Presiden AS, Donald Trump. Mousavi justru menyebut tawaran Trump sebagai tindakan munafik dan menjijikan serta menuding ASe sebagai pelaku terorisme ekonomi dan medis.
"Kami tidak membutuhkan dokter Amerika. Alih-alih menunjukkan kemunafikan dan belas kasihan 'palsu', Anda harus mengakhiri terorisme ekonomi dan medis sehingga persediaan medis dan obat-obatan bisa dijangkau oleh staf medis dan rakyat Iran," ujar Mousavi.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian