Korban Corona di Palestina Meninggal, Israel Siap Lockdown
CNN Indonesia
Kamis, 26 Mar 2020 14:54 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Palestina mengumumkan kasus kematian pertama penduduk yang terinfeksi virus corona pada Kamis (26/3).
Seperti dilansir CNN, mereka menyatakan korban tersebut adalah seorang perempuan yang bermukim di Desa Biddu, sebelah barat Ramallah, Tepi Barat.
Sampai saat ini dilaporkan ada 62 kasus virus corona di Tepi Barat dan dua di Jalur Gaza, Palestina.
Secara terpisah, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memperingatkan para penduduk untuk bersiap jika sewaktu-waktu pemerintah setempat memberlakukan penguncian wilayah (lockdown) untuk menekan penyebaran virus corona.
[Gambas:Video CNN]
"Dalam dua pekan kita bisa berada dalam kondisi ada ribuan pasien yang sebagian besar terancam tidak bisa diselamatkan," kata Netanyahu.
"Dan saya sampaikan kepada Anda jika kita tidak segera mengambil langkah yang tepat terhadap situasi ini, maka tidak ada jalan lain selain menerapkan lockdown menyeluruh, kecuali untuk kebutuhan khusus seperti makanan dan obat-obatan," ujar Netanyahu.
Netanyahu mengatakan pemerintah Israel sampai saat ini masih melihat situasi sebelum mengambil keputusan. Mereka dilaporkan tengah menyusun rencana persiapan logistik dan melihat dari sisi aturan hukum.
Sampai Rabu (25/3) kemarin tercatat ada lima korban meninggal akibat virus corona di Israel, dari 2.369 kasus. (ayp/ayp)
Seperti dilansir CNN, mereka menyatakan korban tersebut adalah seorang perempuan yang bermukim di Desa Biddu, sebelah barat Ramallah, Tepi Barat.
Sampai saat ini dilaporkan ada 62 kasus virus corona di Tepi Barat dan dua di Jalur Gaza, Palestina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
"Dalam dua pekan kita bisa berada dalam kondisi ada ribuan pasien yang sebagian besar terancam tidak bisa diselamatkan," kata Netanyahu.
"Dan saya sampaikan kepada Anda jika kita tidak segera mengambil langkah yang tepat terhadap situasi ini, maka tidak ada jalan lain selain menerapkan lockdown menyeluruh, kecuali untuk kebutuhan khusus seperti makanan dan obat-obatan," ujar Netanyahu.
Netanyahu mengatakan pemerintah Israel sampai saat ini masih melihat situasi sebelum mengambil keputusan. Mereka dilaporkan tengah menyusun rencana persiapan logistik dan melihat dari sisi aturan hukum.
(CNN Indonesia/Fajrian) |
(CNN Indonesia/Fajrian)