Rumor Virus Corona Picu Kerusuhan Napi di Penjara Thailand

CNN Indonesia | Senin, 30/03/2020 11:15 WIB
Sejumlah napi LP Buriram, Thailand, kabur dalam kerusuhan yang dipicu provokasi ancaman wabah virus corona di dalam penjara. Ilustrasi penjara. Sejumlah napi LP Buriram, Thailand, kabur dalam kerusuhan yang dipicu provokasi ancaman wabah virus corona di dalam penjara. (Istockphoto/ Chaiyapruek2520)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah narapidana yang dibui di Lembaga Pemasyarakatan Buriram, Thailand, kabur dalam kerusuhan yang diduga dipicu provokasi tentang ancaman merebaknya wabah virus corona (Covid-19) di dalam penjara.

Seperti dilansir AFP, Senin (30/3), insiden tersebut terjadi pada Minggu (29/3) kemarin. Sejumlah napi merusak furnitur dan memecahkan kaca jendela dalam kerusuhan tersebut.


Mereka bahkan membakar barang-barang yang ada di dalam penjara. Beberapa orang dari 2.000 napi yang dibui berhasil kabur, dan tujuh orang berhasil ditangkap kembali.


"Ada kelompok api yang mencoba kabur dan memicu kerusuhan, yakni dengan membakar sejumlah fasilitas yang berada di penjara," kata Direktur Jenderal Lembaga Pemasyarakatan Thailand, Narat Sawetana.

Menurut Menteri Hukum Thailand, Somsak Thepsutin, kerusuhan dimulai ketika sekelompok narapidana menghasut rekan-rekan mereka dengan menakut-nakuti tentang ancaman penyebaran virus corona di penjara.

"Faktanya sampai saat ini tidak ada satupun napi di penjara Buriram yang terinfeksi. Mereka hanya memulai rumor itu untuk mendapat dukungan," kata Thepsutin.

[Gambas:Video CNN]

Menurut Thepsutin, para napi membakar ruang kunjungan dan tempat jajanan.

Perwakilan militer Thailand, Mayjen Akkaradej Pimonsri, mengatakan situasi di penjara tersebut saat ini sudah terkendali. Mereka juga langsung mengerahkan ahli kejiwaan untuk menenangkan para napi setelah tersebar kabar burung soal penyebaran virus corona di penjara.

Sampai saat ini dilaporkan ada dua narapidana di Thailand yang meninggal akibat terinfeksi virus corona. Namun, tidak dijelaskan di mana lokasi keduanya dibui.

Pemerintah Thailand sudah melarang seluruh kunjungan bagi narapidana untuk sementara. Mereka juga mewajibkan penghuni baru untuk dikarantina selama 14 hari.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), saat ini terdapat 1.388 kasus virus corona di Thailand, di mana tujuh orang di antaranya meninggal.
(CNN Indonesia/Fajrian)
Sedangkan menurut data Sekolah Kedokteran Universitas Johns Hopkins, 97 orang di Thailand dinyatakan sembuh dari virus corona.

Kerusuhan di penjara akibat rumor penyebaran virus corona juga terjadi di Italia dan Kolombia. Peristiwa di kedua negara tersebut bahkan merenggut korban jiwa. (ayp/ayp)