Salam Perpisahan Anak ke Ibu di AS yang Wafat karena Corona

CNN Indonesia | Rabu, 01/04/2020 15:30 WIB
Salam Perpisahan Anak ke Ibu di AS yang Wafat karena Corona Ilustrasi. Seorang anak di AS sempat menyampaikan salam perpisahan kepda ibunya sebelum meninggal karena virus corona. (Foto: iStockphoto/ugurhan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Michelle Bennett tak pernah membayangkan jika ia masih memiliki kesempatan untuk mengucapkan salam perpisahan terakhir kepada ibunya yang divonis terinfeksi virus corona.

Ibunda Bennett, Carolann Christine Gann dinyatakan dalam kondisi koma. Namun Bennett tidak bisa melakukan banyak lantaran pasien corona tidak diizinkan untuk dijenguk oleh keluarga.

"Saya tidak bisa berada di sana dan memegang tangannya, mengusap kepalanya, dan mengatakan hal-hal yang ingin saya sampaikan. Rasanya begitu tak berdaya dan frustasi, saya hanya bisa mengingat hari-hari jelang kematiannya karena ia tidak sadar," ujar Bennett seperti diwartakan CNN.


Melihat kondisi tersebut, seorang perawat di rumah sakit tempat Gann dirawat di Rumah Sakit Swedish Issaquah, Washington berinisiatif agar Bennett tetap bisa menyampaikan salam perpisahan kepada sang ibu.

Perawat tersebut kemudian menggunakan ponselnya dan menghubungi Bennett. Ia mendapat kabar jika napas Gann kian berat dan kemungkinan hidupnya tidak akan lama lagi.

"Saya mengangkat telepon dan melihat wajahnya, perawat di rumah sakit mengatakan ia menelepon agar saya bisa mengucapkan selamat tinggal," ucap Bennett.

Ia juga menuturkan jika perawat dan beberapa tim medis menjanjikan untuk tetap menemani pasien berusia 75 tahun itu hingga hembusan napas terakhirnya. "Kita akan berada di ruangan sampai akhir," ujar Bennett menirukan ucapan sang perawat.

[Gambas:Video CNN]

Bennett mengatakan berbicara dengan ibunya yang sedang koma selama 10 menit. Di momen terakhirnya itu, ia menyampaikan rasa cintanya kepada sang ibu dan memaafakan kesalahannya selama ini.

Ia mengakui sulit untuk mengungkapkan perasaan di saat seperti itu. Namun ia berharap ibunya bisa mendengar kata-kata terakhir yang disampaikannya.

"Saya memaafkanmu bu, saya mencintaimu. Saya tahu saya tidak punya kesempatan untuk mengatakannya. Tidak apa-apa jika mau pergi sekarang," ujar Bennett mengulang salam perpisahan terakhir dengan mendiang ibunya.

Dalam tempo satu jam kemudian, Gann diketahui menghembuskan napas terakhirnya.

Bennett mengatakan ia bisa melihat para perawat di ruangan tersebut menangis melepas kepergian Gann.

"Saya tahu sulit rasanya bagi mereka (perawat). Saya tidak bisa membayangkan berada di garis depan merawat pasien dan harus pulang dengan membawa risiko terinfeksi corona," ujarnya.

"Tetapi kasih sayang dan empat para perawat untuk tetap menemani pasien seolah-olah itu adalah ibu mereka sendiri. Itu menjadi satu hal paling menakjubkan yang saya alami," ungkapnya menambahkan.

Amerika Serikat saat ini menjadi negara dengan kasus pandemi virus corona tertinggi di seluruh dunia. Laporan yang dirilis Worldometers mencatat ada 188.592 kasus dengan 4.056 kematian dan 7.251 pasien sembuh di Negeri Paman Sam. (CNN/evn)