Penasaran Metode Cepat, Trump Kembali Jalani Tes Corona

CNN Indonesia | Jumat, 03/04/2020 08:05 WIB
Presiden AS Donald Trump menjajal tes virus corona dengan metode cepat baru yang hasilnya bisa diketahui dalam 15 menit. Presiden AS Donald Trump menjajal tes virus corona dengan metode cepat baru yang hasilnya bisa diketahui dalam 15 menit. (Nicholas Kamm / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjajal tes virus corona dengan metode cepat baru yang hasilnya bisa diketahui dalam 15 menit.

Trump mengaku penasaran ingin mengetahui seberapa cepat alat itu bekerja.

Itu merupakan tes Covid-19 kedua yang dijalani oleh Trump. Sama dengan hasil sebelumnya, Trump kembali dinyatakan negatif corona.



"Saya baru melakukan pagi tadi, dikatakan hasilnya negatif Covid-19," kata Trump Kamis (2/4) seperti dikutip dari AFP.

"Ini jauh lebih mudah. Saya telah melakukan keduanya. Yang kedua jauh lebih menyenangkan," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Trump menjalani uji medis virus corona yang pertama pada pertengahan Maret lalu. Saat itu dia dites dengan menggunakan metode berbeda di mana hasilnya baru dapat diketahui beberapa jam kemudian.


Trump menjalani tes itu beberapa hari setelah bertemu dengan Fabio Wajngarten, Direktur Komunikasi Presiden Brasil Jair Bolsonaro, yang dikabarkan positif virus corona. Mereka berfoto berdampingan di klub pribadi Trump di Florida, AS.

Pria 73 tahun itu sebelumnya menolak untuk dites. Trump sempat meremehkan bahwa virus corona layaknya penyakit flu biasa. Trump bahkan percaya diri Covid-19 tak akan mempengaruhi orang Amerika.
Penasaran Metode Cepat, Trump Kembali Jalani Tes Corona Foto: CNN Indonesia/Fajrian

Namun dia kemudian mengubah argumennya dengan meminta warga AS untuk menjaga jarak.

Trump memperingatkan warga bersiap diri karena virus tersebut berpotensi menewaskan sebanyak 240 ribu orang di AS.

Ia memperkirakan dalam dua pekan ke depan akan menjadi momen yang sangat menyakitkan bagi Negeri Paman Sam karena diperkirakan jumlah orang yang meninggal lebih besar.


Saat ini AS menjadi negara dengan kasus corona terbanyak di dunia. Pada Jumat pagi (3/4), jumlah kasus corona di AS mencapai 244.877 dengan 6.070 korban meninggal, dan 10.403 pasien dinyatakan sembuh. (dea)