FOTO: Membangun RS Darurat Corona di Taman Kota New York

AP & AFP, CNN Indonesia | Jumat, 03/04/2020 14:02 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Dengan angka kasus terinfeksi corona lebih dari 245 ribu orang, AS harus bergerak cepat membangun rumah sakit darurat, salah satunya di kota New York.

Dari kejauhan, seorang perempuan melihat anggota dan tenaga medis Dompet Samaritan tengah menyiapkan rumah sakit darurat di Centrak Park, salah satu taman kota terbesar di kota New York, Amerika Serikat. (AP Photo/Mary Altaffer)
Letak rumah sakit darurat itu sebenarnya hanya berjarak dekat dari RS Mount Sinai, tapi seluruh rumah sakit di AS saat ini memang sedang kewalahan menangani pasien akibat pandemik corona. (AP Photo/Mary Altaffer)
Berbagai RS darurat pun dibangun, baik yang berasal dari militer maupun yayasan nirlaba. Para relawan pun turut serta dalam pembangunan RS darurat, seperti relawan dari yayasan Dompet Samaritan dalam foto. (Angela Weiss / AFP)
Di dalam tenda-tenda RS darurat, tempat tidur yang akan diisi oleh pasien corona dijejerkan. Saat ini Amerika Serikat menjadi negara dengan jumlah kasus positif corona tertinggi di dunia yaitu lebih dari 245 ribu kasus. (Bryan R. Smith / AFP)
Sementara jumlah pasien positif corona di dunia pada 1 April ini telah melebihi satu juta. Selain AS, Italia dan Spanyol pun tengah bergulat untuk menekan penyebaran wabah corona. (Bryan R. Smith / AFP)
Virus corona sendiri bagi sebagian orang yang sehat dan masih berusia muda akan menimbulkan gejala seperti sakit flu. Tapi bagi mereka yang berusia 60 tahun ke atas dan memiliki penyakit bawaan seperti hipertensi dan diabetes bisa berarti fatal. (AP Photo/Mary Altaffer)
WHO menyebut pandemi corona ini sebagai krisis terburuk sejak Perang Dunia II. Berbagai negara kewalahan menghadapi wabah corona karena kapasitas rumah sakit dan jumlah tenaga medis yang terbatas. (AP Photo/Mary Altaffer)
Hingga saat ini belum ditemukan vaksin dan obat untuk virus corona. Penanganan pada pasien positif diambil berdasarkan gejala klinis mereka. (AP Photo/Mary Altaffer)