Dinilai Efektif, Korsel Perpanjang Masa Social Distancing

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Sabtu, 04/04/2020 21:27 WIB
Social distancing di Korea Selatan dianggap efektif karena menurunkan penyebaran cluster transmission hingga 70 persen. Ilustrasi. Tes corona lewat bilik telepon di Korea Selatan. (Ed JONES / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Korea Selatan memperpanjang masa social distancing selama dua pekan. Hal itu diputuskan setelah Perdana Menteri Chung Sye-kyun menegaskan negara tak memiliki pilihan lain untuk menekan penyebaran virus corona di Korea Selatan.

"Kami tak memiliki pilihan selain melanjutkan social distancing yang ketat di masa mendatang," kata Chung Sye-kyun.

Di Korsel, setiap warga diminta untuk saling menjaga jarak aman setidaknya dua meter sejak pemerintah mengumumkan kasus Covid-19 perdana pada 20 Januari.

Pemerintah kemudian meningkatkan pengamanan dengan menutup sebagian besar tempat umum seperti sekolah serta gym sejak saat itu hingga akhir pekan ini untuk mencegah penumpukan infeksi.


Perpanjangan masa social distancing membuat masyarakat juga harus tetap menghindari perkumpulan termasuk ibadah agama hingga 19 April. Langkah itu diambil sebab pemerintah Korea meyakini social distancing efektif menekan penyebaran.

[Gambas:Video CNN]

Melansir The Korea Herald, penyebaran infeksi virus akibat cluster transmission turun hingga 70 persen jika membandingkan jumlah kasus dalam 11 hari sebelum dan 11 hari sesudah social distancing dimulai 22 Maret.

Jumlah kasus baru dengan sumber yang tak diketahui juga berkurang dari rata-rata 57 kasus per hari pada pekan pertama Maret menjadi 5 kasus pada pekan pekan lalu.

"Setelah menjalani social distancing jadi lebih jelas menelusuri sumber infeksi kasus baru. Itu membantu penanganan infeksi," kata Menteri Kesehatan Park Neung-hoo.

Berdasarkan data pemerintah Korea pada Sabtu (4/4) sore, Korea Selatan mencatat 10.156 kasus positif Covid-19, 6.325 orang pulih, dan 177 orang meninggal dunia. (chri/stu)