KILAS INTERNASIONAL

WHO Dukung Pakai Masker hingga Wapres Ekuador Minta Maaf

CNN Indonesia | Senin, 06/04/2020 06:25 WIB
Sejumlah peristiwa mulai dari WHO yang mendukung penggunaan masker untuk semua orang hingga Wapres Ekuador minta maaf mengisi kilas internasional, Senin (6/4). Ilustrasi. WHO kini mendukung semua orang menggunakan masker untuk mencegah virus corona. (Foto: CNN Indonesia/Daniela Dinda)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah peristiwa terjadi selama akhir pekan dirangkum dalam kilas internasional, Snein (6/4). Mulai dari WHO yang kini mendukung semua orang untuk mengenakan masker untuk mencegah virus corona hingga permintaan maaf Wapres Ekuador lantaran banyak jenazah yang meninggal karena Covid-19 terlantar di jalan.

WHO Kini Dukung Semua Orang Pakai Masker Cegah Covid-19

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengubah kebijakan dan kini mendukung penggunaan masker untuk semua orang di tengah penyebaran pandemi virus corona. SARS-CoV-2).

Sebelumnya, WHO merekomendasikan penggunaan masker hanya untuk orang sakit dan orang yang merawat pasien. WHO menyatakan masker bedah harus disediakan untuk petugas medis, sementara masyarakat bisa menggunakan masker berbahan kain untuk menutup wajah. 


"Kami melihat keadaan di mana penggunaan masker, baik buatan sendiri maupun masker kain di tingkat masyarakat dapat membantu untuk merespons penyakit ini," ujar Kepala Program Darurat Kesehatan WHO Michael Ryan, dikutip Sabtu (4/4). 

WHO pun menyatakan dukungan kepada pemerintah yang berinisiatif mendorong masyarakatnya untuk mengenakan masker di tengah pandemi corona

Enggan Lockdown, Wabah Corona Membayangi Tokyo dan Jepang

Kasus penyebaran virus corona di Tokyo, Jepang mengalami penambahan bahkan kenaikan lebih dari dua kali lipat. Pekan lalu, kasus Covid-19 di Tokyo naik dari 40 pada Selasa (31/3) menjadi 97 pada Kamis (2/4), serta bertambah 89 kasus lagi pada Jumat (3/4), seperti dilaporkan Pemerintah Tokyo Metropolitan.

Kentaro Iwata, seorang spesialis pengendalian infeksi dari Universitas Kobe, khawatir jika kondisi ini terus berlanjut maka Tokyo bisa menjadi New York berikutnya.

[Gambas:Video CNN]

Iwata telah berulang kali memperingatkan bahwa pemerintah Jepang tidak berbuat cukup gesit untuk menghentikan penyebaran virus.

"Jepang perlu keberanian untuk berubah, kita sudah ada di jalan yang salah ketika sadar nanti," tuturnya. "Kita mungkin melihat New York berikutnya di Tokyo."

Wapres Ekuador Minta Maaf Banyak Jenazah Terlantar di Jalanan

Wakil Presiden Ekuador, Otto Sonnenholzner meminta maaf setelah sejumlah jenazah tergeletak tak terurus di jalanan Guayaquil, kala wabah Covid-19 melanda kota pelabuhan tersebut.

Penduduk setempat telah mengunggah sejumlah video yang kemudian viral di media sosial menunjukkan mayat-mayat tergeletak di jalanan di kota tersebut.

Pemerintah setempat mengumpulkan setidaknya 150 mayat dari jalanan dan rumah-rumah pada awal pekan ini, namun tidak mengonfirmasi berapa banyak jenazah tewas korban Covid-19.

"Kami telah melihat gambar-gambar yang tidak seharusnya terjadi dan sebagai pelayan publik kalian, saya meminta maaf," kata Sonnenholzer, yang sekaligus menjadi penanggung jawab penanganan wabah tersebut, dalam pernyataannya dan disiarkan di televisi, Sabtu (4/4). (evn/evn)