"Hari ini, 20 tahanan dari pemerintahan kabul akan dibebaskan dan akan diserahkan kepada perwakilan Palang Merah," tulis juru bicara Taliban Suhail Shaheen melalui Twitter seperti dilansir AFP, Minggu (12/4).
Kabar pembebasan ini datang setelah kepala kepala pasukan AS dan NATO di Afghanistan melakukan pertemuan dengan para pemimpin Taliban. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat untuk mengurangi kekerasan yang terjadi selama bertahun-tahun di Afghanistan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesepakatan tersebut, AS juga menuntut pemerintah Afghanistan untuk membebaskan 5.000 tahanan Taliban. Sebagai imbalannya, kelompok militan diminta untuk membebaskan 1.000 tawanan pro-pemerintah.
Sejak pekan lalu, perwakilan Taliban mulai melakukan pertemuan dengan pemerintah Afghanistan untuk membahas pertukaran tahanan.
[Gambas:Video CNN]
Hanya saja, kesepakatan tersebut sempat berjalan alot setelah Kabul mengklaim Taliban meminta pembebasan 15 komandan tinggi mereka. Di sisi lain, kelompok militan mengatakan Kabul hanya mengulur waktu untuk mewujudkan kesepakatan pembebasan tahanan.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Afghanistan Javid Faisal menegur Taliban karena dianggap tidak mulai mengurangi kekerasan dan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati.
"Mereka (Taliban) juga harus melakukan pertemuan tatap mula dengan Republik Islam Afghanistan," kata Faisal.
Dalam kesepakatan tersebut dituliskan bahwa Taliban harus memberikan 'pesan yang jelas' agar pihak yang mengancam negara barat 'tidak punya tempat di Afghanistan'. Ini bisa jadi diartikan, Taliban diminta mengusir kelompok teroris seperti Al-Qaeda dan ISIS pergi dari Afghanistan.
Dalam perjanjian yang ditandatangani pada Sabtu (29/2) lalu di Doha, Qatar, kedua pihak setuju agar Afghanistan menyerahkan 5.000 tahanannya kepada Taliban mulai 10 Maret. Sebagai gantinya, Taliban akan menyerahkan 1.000 tahanannya dan membuka pintu pertemuan.
Namun pihak Afghanistan sempat menolak kesepakatan untuk membebaskan 5.000 tahanan. Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengatakan pihaknya tidak ada komitmen terkait pertukaran dan penyerahan tahanan kepada Taliban dalam kesepakatan dengan AS.
(afp/evn)