AS Pikirkan Rencana Cabut Lockdown Corona Bulan Mei

CNN Indonesia | Senin, 13/04/2020 14:25 WIB
Pakar Penyakit Menular Pemerintah Amerika Serikat Anthony Fauci memperkirakan AS bisa mulai membuka lockdown secara bertahap pada Mei mendatang. Virus corona di Amerika Serikat. (AFP/TIMOTHY A. CLARY)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pakar Penyakit Menular Pemerintah Amerika Serikat Anthony Fauci memperkirakan AS bisa mulai membuka lockdown secara bertahap pada Mei mendatang. Kata dia, kemungkinan itu berdasarkan tanda-tanda virus corona yang sedang memuncak saat ini.

Sebagian wilayah di AS memang menerapkan penutupan demi mencegah penyebaran virus corona lebih luas.

Fauci merasa pencabutan dapat dilakukan pada beberapa bagian negara di AS. Namun ia tetap menegaskan pencabutan harus dilakukan secara berhati-hati dan bertahap.



"Saya pikir itu (pembukaan lockdown) mungkin bisa mulai setidaknya dalam beberapa cara, mungkin pada bulan depan," kata Fauci seperti dilansir dari AFP, Senin (13/4)

Dia menyebut tanda-tanda perkembangan Covid-19 pada akhir bulan April akan menjadi indikasi besar untuk menilai apakah langkah pembukaan wilayah bertahap dapat dilakukan. 


"Kami berharap pada akhir bulan ini dapat melihat-lihat dan berkata, Oke, apakah ada elemen di sini yang bisa kita mulai dengan aman dan hati-hati untuk menarik lockdown? Jika demikian, lakukanlah. Jika tidak, terus saja tiarap," ujarnya.

Fauci mengatakan setiap daerah akan memiliki waktu pencabutan lockdown berbeda, tergantung dampak wabah yang terjadi di daerah tersebut.

Sementara itu, Komisaris Administrasi Makanan dan Obat-obatan Stephen Hahn merasa masih terlalu dini untuk dapat memutuskan hal tersebut, meski pihaknya berharap pembukaan kembali lockdown dapat dimulai pada 1 Mei.

Menurut dia, keputusan pencabutan itu akan tergantung pada pemerintah di daerah, bukan pada Presiden.
AS Pikirkan Cabut Lockdown Corona Bulan MeiFoto: CNN Indonesia/Fajrian

Sebab, para pemimpin dari sejumlah negara bagian yang sangat mengetahui dampak virus wilayahnya, dan memutuskan tindakan paling cocok seiring perkembangan virus tersebut.

Gubernur New York, Andrew Cuomo pun telah menyebutkan rencananya untuk membuka lockdown dalam waktu dekat. Dia mengaku pihaknya akan merancang dan merencanakan pembukaan tersebut dengan cermat.

"Kami ingin membuka kembali sesegera mungkin. Namun kami harus pintar dalam cara kami membuka kembali (lockdown)," kata Andrew Cuomo.

Di sisi lain, Gubernur New Jersey Phil Murphy berpendapat berbeda. Phil merasa bahwa pencabutan lockdown secara tergesa-gesa dapat memberikan dampak negatif terhadap masyarakat.


Menurut dia, pemulihan secara signifikan akan terjadi seiring waktu apabila kualitas dan keberlangsungan perawatan kesehatan masih dapat terjaga dengan baik.

"Jika kami mulai bangkit kembali (mencabut lockdown) terlalu cepat, saya khawatir, berdasarkan data yang kami lihat, kami bisa seperti melempar bensin ke api," ucap Murphy.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump tengah merencanakan untuk mengambil keputusan kapan pencabutan lockdown di AS dapat dilakukan. Trump sempat menulis dengan optimistis bahwa pemerintah telah menaklukan virus melalui akun Twitter-nya pada Minggu (12/4) kemarin.

"Kami menang, dan akan menang, perang melawan Musuh yang Tak Terlihat!" tulisnya.


Fauci juga memandang sangat optimistis ide pencabutan lockdown ketika melihat angka penerimaan pasien di rumah sakit dan perawatan intensif mulai menurun.

AS sendiri telah mencatat hampir 2 ribu kematian harian akibat virus corona. New York terkena dampak yang paling parah, dengan mencatat 758 kematian.

Negara yang memiliki 4,25 persen dari populasi dunia itu menyumbang hampir seperlima dari sekitar 110 ribu kematian di dunia akibat Covid-19, sejak penyakit ini pertama kali muncul di China akhir tahun lalu. (ara/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK