"Jumlah yang kami kumpulkan dengan satuan tugas dari rumah-rumah penduduk melebihi 700 orang," kata Pemimpin Tim Satgas Jorge Wated seperti mengutip AFP.
Wated mengatakan pada Minggu (12/4) tim telah bekerja selama tiga pekan terakhir dan telah mengumpulkan 771 jasad dari rumah dan 631 lainnya dari rumah sakit, yang kamar mayatnya saat ini penuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyaknya temuan mayat tersebut diduga akibat kapasitas kamar mayat di rumah sakit yang sudah tidak bisa menampung jenazah.
Seorang pekerja kamar mayat mengatakan jika pihaknya tidak bisa mengatasi banyaknya jumlah mayat yang datang, sehingga mereka tak punya pilihan sehingga banyak mayat yang terlantar di rumah hingga jalanan.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian |
Presiden Ekuador Lenin Moreno sebelumnya memerintahkan penyelidikan atas video dan foto yang menampilkan sejumlah jasad terlantar di jalanan yang diduga meninggal akibat virus corona..
Video dan foto yang beredar di media sosial menampilkan rumah sakit kewalahan sehingga jasad korban corona dibiarkan di jalan, rumah, dan rumah duka. Moreno mendapat banyak keluhan dari keluarga dan kerabat korban lantaran dianggap tidak memberi penanganan tepat.
"Kami tidak akan membiarkan siapa pun dimakamkan tanpa diidentifikasi. Korban adalah saudara-saudara kita yang berhak mendapatkan penghormatan terakhir yang layak," tulis Moreno dalam cuitan di akun Twitter pribadi, Rabu (8/4) lalu.
Video yang beredar di medis sosial menunjukkan jasad terlantar di jalanan, lengkap dengan pesan permintaan bantuan untuk menguburkan anggota keluarga mereka yang sebagian masih berada di dalam rumah.
Berdasarkan data John Hopkins University, Ekuador saat ini memiliki 7.466 kasus virus corona dengan 333 orang dinyatakan meninggal. Provinsi Guaya menyumbang lebih dari 70 kasus Covid-19 dengan empat ribu kasus diantaranya berada di ibu kota Guayaquil. (ara/evn)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian