Ekuador Pindahkan Hampir 800 Jasad Terlantar akibat Corona

CNN Indonesia | Senin, 13/04/2020 21:00 WIB
Satgas kepolisian dan militer Ekuador mengatakan telah memindahkan hampir 800 jasad yang sempat terlantar di jalanan dan rumah warga di Guayaquil. Hampir 800 jasad yang meninggal karena Covid-19 kini mulai dipindahkan dari jalanan Ekuador. (Foto: AFP/MARCOS PIN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Satuan Tugas (Satgas) Kepolisian dan Militer Ekuador mengatakan telah memindahkan hampir 800 jasad dalam beberapa pekan terakhir. Jasad-jasad tersebut dijemput dari rumah-rumah di daerah Guayaquil, pusat penyebaran virus corona di negara itu.

"Jumlah yang kami kumpulkan dengan satuan tugas dari rumah-rumah penduduk melebihi 700 orang," kata Pemimpin Tim Satgas Jorge Wated seperti mengutip AFP.

Wated mengatakan pada Minggu (12/4) tim telah bekerja selama tiga pekan terakhir dan telah mengumpulkan 771 jasad dari rumah dan 631 lainnya dari rumah sakit, yang kamar mayatnya saat ini penuh.


Ia tidak merinci penyebab kematian para korban tersebut, namun 600 di antaranya dikabarkan telah dikuburkan oleh pihak berwenang.

Jasad-jasad ini mulai dikeluarkan dari rumah warga dan rumah sakit setelah tiga minggu kamar mayat di rumah sakit di Guayaquil tak bisa lagi menampung. Hal tersebut membuat keterlambatan layanan forensik dan rumah duka.

Banyaknya temuan mayat tersebut diduga akibat kapasitas kamar mayat di rumah sakit yang sudah tidak bisa menampung jenazah.

Seorang pekerja kamar mayat mengatakan jika pihaknya tidak bisa mengatasi banyaknya jumlah mayat yang datang, sehingga mereka tak punya pilihan sehingga banyak mayat yang terlantar di rumah hingga jalanan.

Ekuador Pindahkan Hampir 800 Jasad Terlantar akibat CoronaFoto: CNN Indonesia/Fajrian

Presiden Ekuador Lenin Moreno sebelumnya memerintahkan penyelidikan atas video dan foto yang menampilkan sejumlah jasad terlantar di jalanan yang diduga meninggal akibat virus corona..

Video dan foto yang beredar di media sosial menampilkan rumah sakit kewalahan sehingga jasad korban corona dibiarkan di jalan, rumah, dan rumah duka. Moreno mendapat banyak keluhan dari keluarga dan kerabat korban lantaran dianggap tidak memberi penanganan tepat.

"Kami tidak akan membiarkan siapa pun dimakamkan tanpa diidentifikasi. Korban adalah saudara-saudara kita yang berhak mendapatkan penghormatan terakhir yang layak," tulis Moreno dalam cuitan di akun Twitter pribadi, Rabu (8/4) lalu.

Pejabat pemerintah telah mengakui telah membuat kesalahan di awal bulan. Mereka mengaku telah bekerja tanpa lelah untuk mengakomodir para pasien dan jenazah yang meninggal karena Covid-19.

Video yang beredar di medis sosial menunjukkan jasad terlantar di jalanan, lengkap dengan pesan permintaan bantuan untuk menguburkan anggota keluarga mereka yang sebagian masih berada di dalam rumah.

Berdasarkan data John Hopkins University, Ekuador saat ini memiliki 7.466 kasus virus corona dengan 333 orang dinyatakan meninggal. Provinsi Guaya menyumbang lebih dari 70 kasus Covid-19 dengan empat ribu kasus diantaranya berada di ibu kota Guayaquil. (ara/evn)

[Gambas:Video CNN]