Markas Jamaah Tabligh di Nizamuddin berkeras menggelar acara termasuk pelatihan misionaris Muslim pada Maret lalu meski pemerintah India telah mengeluarkan larangan berkumpul.
Jamaah Tabligh merupakan gerakan misionaris Muslim terbesar di dunia yang memiliki cabang di berbagai negara termasuk Indonesia. Sebuah gedung tinggi putih bernuansa modern di Nizamuddin Barat, New Delhi, merupakan markas utama dari organisasi yang memiliki puluhan juta anggota itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alih-alih membubarkan perkumpulannya demi keamanan jemaah, seorang pemimpin Jamaah Tabligh, Maulana Saad Kandhalvi malah mendorong para anggotanya untuk tidak takut terhadap penularan virus corona.
Dalam kotbahnya pada 19 Maret lalu, Kandhalvi mengatakan bahwa virus corona merupakan "hukuman dari Tuhan sehingga tidak perlu takut".
Kementerian Luar Negeri RI bahkan menyatakan ada sedikitnya 379 WNI peserta Jamaah Tabligh di India masuk daftar hitam India.
"Jadi 379 WNI itu memang dapat masuk daftar hitam, namun hanya ada 44 WNI yang berperkara hukum," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha, dalam jumpa pers Kemlu RI secara virtual pada Kamis (9/4).
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian