Warga Kolombia Demo Tuntut Bantuan Selama Lockdown

ans, CNN Indonesia | Kamis, 23/04/2020 20:37 WIB
A cleaning worker wears a face mask as a preventive measure against the spread of the new coronavirus, COVID-19, in a street of Bogota on March 21, 2020. - Colombian President Ivan Duque announced mandatory preventive isolation from March 24 to April 13 as a measure against the spread of the novel coronavirus. (Photo by Juan BARRETO / AFP) Ilustrasi di Bogota, Kolombia, saat pemberlakuan lockdown akibat virus corona. (Juan BARRETO / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penduduk Kolombia berunjuk rasa di Ibu Kota Bogota pada Rabu (22/4) kemarin untuk memprotes minimnya bantuan selama pemberlakuan penguncian wilayah (lockdown) dan pembatasan kegiatan untuk menghadapi virus corona (Covid-19).

Dilansir CNN, Kamis (23/4), para pengunjuk rasa memblokade dan memukul pot-pot di kawasan Ciudad Bolivar sebagai bentuk protes.


"70 persen dari orang-orang ini adalah pekerja di sektor informal," ujar pegiat hak asasi manusia, Cristian Ramayo, kepada CNN.


"Mereka tidak memiliki dana pensiun dan bantuan pemerintah belum juga tiba di sini. Hal ini membuat situasi semakin rumit," lanjut Ramayo.

Ramayo juga mengatakan bahwa ada 750.000 orang yang mulai kelaparan. Beberapa keluarga menggantung kain merah di jendela rumah mereka sebagai tanda bahwa mereka butuh mendapat bantuan secepatnya.

Para pengunjuk rasa didukung oleh kamar dagang setempat, asosiasi petani, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas LGBT.


Kolombia mencatat ada 4.356 kasus virus corona dengan 206 orang meninggal.

Lockdown yang diberlakukan secara nasional di Kolombia masih berlangsung sampai 10 Mei mendatang. Meski demikian sektor-sektor pekerjaan seperti konstruksi dan manufaktur akan diizinkan beroperasi kembali pada Senin pekan depan. (ayp)

[Gambas:Video CNN]