Mega yang merupakan pelayan bar (seafarer) untuk kapal pesiar Mein Schiff Herz milik Jerman menuturkan jika sejak pertengahan Maret beberapa kali tak bisa menginjakkan daratan.
Ia mengatakan pada 12 Maret lalu kapal tempatnya bekerja masih beroperasi normal dengan menaikkan dan menurunkan tamu di Tenerife, Kepulauan Spanyol. Ia dan beberapa kru bahkan masih menyempatkan untuk keluar kapal menginjakkan daratan untuk mencari udara segar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tepat pukul 9.00 malam waktu setempat di hari yang sama, kapten kapal mengumumkan kepada seluruh kru kapal dan penumpang bahwa pihaknya harus membatalkan seluruh perjalanan. Semua tamu akan dipulangkan ke negara asal karena Spanyol juga tengah memberlakukan lockdown.
Berselang dua hari atau tepatnya pada 14 Maret, seluruh penumpang dipulangkan ke negara asal. Sementara kru kapal tetap harus menjalani karantina sebelum diizinkan pulang ke negara masing-masing.
Suasana kota Paris saat lockdown karena corona. (Foto: Philippe LOPEZ / AFP) |
Pemotongan gaji hingga pemulangan kru
Perempuan 24 tahun ini mengatakan kendati harus berhenti kerja setelah kapal tak melanjutkan berlayar, ia dan kru kapal lain tetap mendapatkan haknya.
Operator kapal pesiar tetap membayarkan gaji para karyawan dengan potongan lebih dari setengahnya. Bagi Mega, hal itu merupakan langkah terbaik yang bisa diambil perusahaan yang tidak mengambil keputusan memutus kontrak para pekerja.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Kurang dari dua pekan setelah kapal dikosongkan atau tepatnya pada 25 Maret, seluruh kru kapal warga Jerman dan sekitarnya menyusul dipulangkan ke negara asal. Seluruh awak kapal sudah dikarantina di dalam kapal selama lebih dari 30 hari.
Mega mengatakan hingga saat ini belum ada laporan kru yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Sebelum diizinkan pulang, seluruh kru juga telah melalui pengetesan virus corona.
"Sebelum pulang pun kami semua akan melakukan Rapid Test terlebih dahulu," ucapnya.
Rencana serupa sebenarnya hendak dilakukan bagi kru kapal Mein Schiff Herz dan Mein Schiff 3 asal Indonesia dan Filipina. Namun 400 kru ini urung dipulangkan pada 27-28 Maret lalu karena alasan administrasi yang tidak dapat rampung dengan cepat.
Mega mengaku di satu sisi sudah sangat ingin kembali ke tanah untuk bertemu keluarga. Namun di sisi lain, ia merasa waswas jika nantinya membawa virus corona ke keluarga di rumah. Mengingat ia tidak pernah tahu di mana dan bagaimana ia membawa virus SARS-Cov-2.
Ia berharap ketika nanti pulang ke Tanah Air, pemerintah bisa memberikan fasilitas tempat karantina yang layak.
"Jujur saya tidak mau langsung bertemu orangtua atau keluarga saya. Saya mau aja jika memang harus stay di kapal hingga pandemi ini reda. Bagi saya itu lebih baik daripada keluarga saya tertular virus ini," ujarnya. (ans/evn)
Suasana kota Paris saat lockdown karena corona. (Foto: Philippe LOPEZ / AFP)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian