Untuk mewujudkan hal tersebut, Arab Saudi pun melakukan kerja sama dengan perusahan China, Beijing Genome Institute (BGI).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontrak kerja sama itu merupakan yang dilakukan negara kerajaan itu untuk melawan corona. Selain perusahaan China, Arab Saudi juga bekerja sama dengan mitra dari Amerika Serikat, Swiss, dan Korea Selatan.
"Jumlah tes [keseluruhan] ditargetkan mencapai 14,5 juta jiwa, yang meliputi sekitar 40 persen dari jumlah populasi di Kerajaan Arab Saudi," demikian dikutip dari Saudi Press Agency.
Pemerintah Arab Saudi diketahui telah melonggarkan masa lockdown terkait pandemi virus corona. Namun, pelonggaran itu tak diterapkan di kota suci Makkah--yang juga menjadi episentrum Covid-19 di Arab Saudi.
Lihat juga:Arab Saudi Hapus Hukuman Cambuk |
Sejak Minggu (26/4), dilansir dari AFP, pemerintah mulai membuka aktivitas di beberapa kota mulai pukul 09.00 pagi hingga 17.00 waktu setempat. Pelonggaran masa lockdown tersebut dilakukan hingga 13 Mei.
Sejumlah pusat perbelanjaan dan toko-toko lainnya boleh melakukan aktivitas perdagangan mereka selama jam-jam yang diperbolehkan.
Arab Saudi sendiri tercatat sebagai negara yang memiliki jumlah kasus penyebaran virus corona tertinggi di negara-negara Arab lainnya.
Pada Sabtu (25/4) Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengumumkan jumlah kasus virus corona di negara itu mencapai 16.299. Total 136 pasien yang tertular meninggal dan 2.215 sembuh. Arab Saudi sendiri menunda penyelenggaraan umrah sejak bulan lalu demi menekan penyebaran virus corona di negara mereka. (afp/kid)