Sebelum Iran Pergi, Israel Tak Mau Berhenti Serang Suriah
CNN Indonesia
Rabu, 06 Mei 2020 03:44 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Israel menyatakan tak bakal berhenti melakukan operasi di Suriah hingga milisi Iran benar-benar meninggalkan negara tersebut. Hal itu disampaikan Menteri Pertahanan Israel Naftali Bennet.
Mengutip AFP, Bennet menyampaikan itu beberapa jam setelah Iran dan sekutunya menewaskan 14 pejuang Israel.
"Iran tak punya kepentingan di Suriah, dan kami tidak akan berhenti sebelum mereka meninggalkan Suriah," ucap Bennet mengutip AFP, Rabu (6/5).
Konflik di Iran belum mereda. Termutakhir, militer Suriah melaporkan berhasil mencegat sejumlah peluru kendali Israel yang dilepaskan ke arah sebuah fasilitas penelitian di Provinsi Aleppo pada Senin (4/5).
Mengutip sumber militer Suriah, SANA menuturkan rudal-rudal itu ditembakkan ke arah sejumlah situs militer di daerah Al-Safira, tenggara Aleppo.
"Pertahanan udara Suriah mencegat serangan Israel yang mengarah ke pusat penelitian di Provinsi Aleppo," demikian laporan kantor berita Suriah, SANA, pada Selasa (5/5).
Israel sendiri tercatat telah meluncurkan ratusan serangan ke Suriah sejak 2011, ketika perang sipil antara kelompok pemberontak dan pasukan Presiden Bashar Al-Assad pecah.
Serangan Israel itu menargetkan pasukan pemerintahan Assad dan pasukan Iran yang merupakan sekutu Suriah. Hingga kini, operasi militer masih terus terjadi. (afp/bmw)
[Gambas:Video CNN]
Mengutip AFP, Bennet menyampaikan itu beberapa jam setelah Iran dan sekutunya menewaskan 14 pejuang Israel.
"Iran tak punya kepentingan di Suriah, dan kami tidak akan berhenti sebelum mereka meninggalkan Suriah," ucap Bennet mengutip AFP, Rabu (6/5).
Lihat juga:Suriah Klaim Cegat Rudal Israel Sasar Aleppo |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertahanan udara Suriah mencegat serangan Israel yang mengarah ke pusat penelitian di Provinsi Aleppo," demikian laporan kantor berita Suriah, SANA, pada Selasa (5/5).
Lihat juga:AS Berupaya Perpanjang Embargo Senjata Iran |
Serangan Israel itu menargetkan pasukan pemerintahan Assad dan pasukan Iran yang merupakan sekutu Suriah. Hingga kini, operasi militer masih terus terjadi. (afp/bmw)
[Gambas:Video CNN]