WHO Prediksi 190 Ribu Penduduk Afrika Meninggal Akibat Corona

CNN Indonesia | Sabtu, 09/05/2020 06:26 WIB
A woman sits inside her room in downtown Johannesburg, South Africa on April 14, 2020. A total of 23 families of blind and disabled foreign nationals living in the dilapidated building and earning a living by street begging have been hard hit by South Africa's lockdown as they are forced to remain indoors. (AP Photo/Bram Janssen) Ilustrasi pengemis di Afrika Selatan di tengah pemberlakuan lockdown. (AP/Bram Janssen)
Jakarta, CNN Indonesia -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 190 ribu penduduk di Afrika bisa meninggal dunia, jika seluruh negara yang ada di benua tersebut gagal menahan penyebaran virus corona (Covid-19).

"Walau Covid-19 di Afrika tidak menyebar secara luas seperti di tempat lain, tetapi sepertinya virus itu bisa saja terus menyebar di lokasi-lokasi yang menjadi pusat kasus," kata Direktur Regional Afrika WHO, dr. Matshidiso Moeti, seperti dilansir CNN, Jumat (8/5).


"Covid-19 bisa menjadi bagian dari hidup kita selama beberapa tahun ke depan kecuali pemerintah di seluruh negara di Afrika bertindak proaktif. Kita harus melakukan pemeriksaan, melacak, mengisolasi dan mengobati," ujar Matshidiso.


Menurut perkiraan WHO, 29 juta orang dari 44 juta penduduk di Afrika bisa saja terinfeksi virus corona tahun ini. Sebanyak 5,5 juta penduduk kemungkinan harus dirawat.

Hal tersebut memicu kekhawatiran karena kondisi fasilitas kesehatan di Afrika kurang memadai.


Sebuah jajak pendapat yang digelar pada Maret lalu oleh lembaga kesehatan di Afrika memperlihatkan rata-rata hanya tersedia sembilan ranjang Unit Perawatan Intensif (ICU) untuk setiap 1 juta penduduk di 47 negara di Afrika.

"Hal ini tentu tidak mencukupi," demikian pernyataan WHO. (ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]