Sebulan Nihil, Gelombang Kedua Corona Kembali Muncul di China

CNN Indonesia | Senin, 11/05/2020 11:53 WIB
Students arrive at a high school in Wuhan in China's central Hubei province on May 6, 2020. - Senior school students returned to class on May 6 in the central Chinese city of Wuhan, where the coronavirus that has now swept the globe first emerged late last year. (Photo by STR / AFP) / China OUT Kegiatan belajar mengajar di sekolah sudah kembali berlangsung di Wuhan. (STR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah sebulan tanpa kasus infeksi baru, China kembali mengumumkan terdapat kasus virus corona yang berlokasi di Wuhan.

Menyusul satu orang yang dinyatakan positif Covid-19 di Wuhan, Minggu (10/5), pihak berwenang kembali memastikan lima kasus baru pada Senin.

Pejabat kesehatan setempat menyatakan kasus-kasus baru tersebut berasal dari kompleks perumahan yang sama dan menyerang orang-orang berusia lanjut.


Dikutip dari AFP, China juga mengumumkan 11 kasus orang tanpa gejala baru di Provinsi Hubei.

Kemunculan kasus-kasus baru tersebut lantas dikaitkan dengan gelombang baru yang sebelumnya telah diperingatkan para ahli kesehatan menyusul pelonggaran lockdown di beberapa tempat.

Insert Artikel - Waspada Virus CoronaFoto: CNN Indonesia/Fajrian
Insert Artikel - Waspada Virus Corona

Di China pemberlakuan lockdown sudah mereda dalam beberapa pekan terakhir karena penyebaran Covid-19 dinilai sudah bisa dikendalikan, sekolah kembali dibuka dan perjalanan antarkota kembali diizinkan.

Disneyland di Shanghai juga sudah kembali beroperasi dan pemerintah mengisyaratkan bakal membolehkan pemutaran film di bioskop serta kegiatan di tempat-tempat olahraga.

[Gambas:Video CNN]

Sementara di banyak negara seluruh dunia juga sudah mulai mengkaji kebijakan pencabutan penguncian atau pembatasan pergerakan, termasuk di Eropa dan Amerika Serikat.

Secara global, virus corona hingga kini telah menginfeksi lebih dari empat juta orang dan merenggut lebih dari 280 ribu nyawa sejak pertama muncul pada akhir tahun 2019.


Di China terdapat lebih dari 80 ribu kasus dengan lebih 4.600 orang meninggal. Kini AS tercatat sebagai negara yang paling parah terpapar Covid-19. Setidaknya ada lebih dari 1,3 juta jiwa terinfeksi dan 79 ribu meninggal.

Pandemi virus corona membuat China menghadapi kritik karena dituding menganggap remeh virus dan menyembunyikan informasi ketika pertama kali muncul di Wuhan, namun tuduhan tersebut dibantah pemerintah China yang menegaskan pihaknya selalu berkomunikasi kepada Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan negara-negara lain. (nva/evn)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK