Resepsi Pernikahan di Yordania Berujung Infeksi Covid-19

CNN Indonesia | Minggu, 24/05/2020 05:16 WIB
Ilustrasi Pernikahan Ilustrasi pernikahan. (OmarMedinaRD/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah acara resepsi pernikahan yang diselenggarakan di kawasan utara Yordania pada 13 Maret lalu ternyata menyebabkan 85 orang terinfeksi virus corona (Covid-19).

Dilaporkan satu orang di dalam klaster penyebaran tersebut meninggal akibat tertular virus tersebut.


Temuan itu dipaparkan dalam sebuah studi baru yang diterbitkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).


Menurut peneliti di Universitas Sains dan Teknologi Yordania, upacara dan pesta pernikahan itu digelar di dalam ruangan di kota Irbid.

Menurut para peneliti, sekitar 360 tamu undangan menghadiri acara tersebut. Pada saat itu di Yordania baru tercatat satu kasus Covid-19.

Studi ini melakukan tes sampel dari 350 kemungkinan kasus dalam kurun waktu empat minggu setelah penularan di acara pernikahan itu, termasuk orang-orang yang menghadiri acara dan yang memiliki kontak dekat dengan orang-orang tersebut.

Hasilnya, setidaknya 85 orang dinyatakan positif Covid-19. Para peneliti meyakini pasien pertama yang di klaster tersebut adalah ayah dari pengantin wanita yang sebelumnya memiliki riwayat perjalanan dari Spanyol ke Yordania.


Dari mereka yang dinyatakan positif, 76 orang menghadiri pernikahan dan sembilan orang lain adalah kontak dekat dari kasus yang dikonfirmasi. Semua kasus positif ditempatkan di rumah sakit untuk dipantau.

Hampir setengah dari 76 pasien yang dites positif dan menghadiri pernikahan tidak menunjukkan gejala saat didiagnosis. Gejala baru terlihat antara 9 sampai 19 hari setelah resepsi.

Hanya dua pasien yang dinyatakan dalam kondisi kritis, termasuk seorang wanita berusia 80 tahun yang meninggal setelah dua pekan dirawat di rumah sakit untuk pemantauan.

Selain Covid-19, wanita itu mengidap penyakit kanker payudara, pneumonia, dan gagal napas.


Para peneliti mengatakan, temuan mereka menunjukkan satu orang yang terinfeksi dapat menularkan penyakit kepada 2-3 orang lain yang kondisi tubuhnya rentan.

"Dalam pertemuan sosial yang tertutup dan padat, tingkat penularannya bisa jauh lebih tinggi sebagaimana dibuktikan oleh penyelidikan ini," demikian isi penelitian itu. (ans/ayp)

[Gambas:Video CNN]