Asisten Johnson, Dominic Cummings, disebut telah melanggar aturan lockdown yang ikut ia ciptakan sendiri lantaran mengemudi ke rumah orang tuanya saat ia terinfeksi virus corona.
Tindakan Cummings ini telah menimbulkan keresahan publik dan menyebut perilakunya tidak bertanggung jawab secara hukum dan tak berintegritas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal kebijakan lockdown di Inggris mewajibkan mereka yang memiliki gejala Covid-19 untuk melakukan isolasi diri.
Warga pun diminta untuk tetap tinggal di rumah utama mereka. Warga hanya boleh keluar untuk keperluan tugas lokal penting dan olahraga.
Johnson mengatakan pada konferensi pers bahwa Cummings "mengikuti naluri setiap ayah dan setiap orangtua." Dia mengatakan Cummings, istri dan putranya mengikuti aturan dengan melakukan karantina selama 14 hari begitu mereka mencapai Durham.
"Saya benar-benar bisa mengerti mengapa orang mungkin merasa sangat bingung dan... sangat tersinggung," jelas Johnson di kediamannya.
Tindakan Cummings telah membuahkan kritik tajam kepada pemerintah. Sebab, warga sudah mengisolasi diri selama dua bulan dan mencegah mereka mengunjungi kerabat lanjut usia, menghibur teman sekarat, atau menghadiri pemakaman orang yang dicintai.
Pihak oposisi Partai Buruh telah menyerukan penyelidikan resmi. Pemimpin Partai Buruh Keir Starmer mengatakan pembelaan Johnson atas Cummings adalah "penghinaan terhadap pengorbanan yang dilakukan oleh rakyat Inggris."
"Tindakan perdana menteri telah merusak kepercayaan terhadap pesan kesehatan masyarakatnya sendiri pada saat yang genting ini," katanya seperti dikutip AFP.
Mantan anggota parlemen Partai Buruh Helen Goodman, yang ayahnya meninggal di panti jompo selama wabah, mengatakan perilaku Cummings tak dapat diterima.
"Apa gunanya pengorbanan yang kita semua lakukan? Apa gunanya kematian yang menyedihkan dan sepi yang dimiliki ayahku?" dia mengatakan kepada BBC.
Meski demikian, sebagian anggota Partai Konservatif pn sepakat untuk memecat Cummings.
Para menteri pemerintah Inggris membantah tuduhan kalau Cummings terlihat lagi di Durham pada 19 April, setelah ia pulih dan kembali bekerja di London.
Tetapi mereka belum mengonfirmasi atau membantah laporan kalau Cummings sempat mengunjungi daerah indah yang berjarak 50 kilometer dari Durham pada 12 April.
Cumming adalah salah satu perancang kampanye agar Inggris keluar dari Uni Eropa. Ia pun mengatur kemenangan pemilihan Partai Konservatif pada Desember lalu.
Virus corona berhasil menginfeksi beberapa petinggi pemerintahan Inggris pada bulan Maret dan April, termasuk Cummings, Sekretaris Kesehatan Matt Hancock dan Johnson sendiri.
Pemerintah Johnson sudah menghadapi kritik atas tanggapannya terhadap pandemi yang telah melanda Inggris lebih keras daripada negara Eropa lainnya. Jumlah korban resmi coronavirus Inggris adalah 36.793, jumlah tertinggi kedua yang dikonfirmasi di dunia setelah Amerika Serikat. Statistik yang mencakup dugaan dan juga kasus virus yang dikonfirmasi menempatkan jumlah korban di atas 40.000. (eks)