Seperti dilansir NHK, Kamis (14/5), insiden itu terjadi pada 22 Maret. Saat itu Mujinga dan seorang petugas perempuan lain terlibat cekcok dengan seorang lelaki calon penumpang.
Lelaki itu kemudian menampar perempuan berusia 47 tahun tersebut, dan batuk di hadapan rekannya dengan mengatakan bahwa dia positif virus corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, tiga hari kemudian Mujinga meninggal. Hasil pemeriksaan menunjukkan dia positif virus Covid-19. Mendiang meninggalkan seorang suami dan satu anak perempuan berusia 11 tahun.
Saat insiden itu terjadi, Mujinga dan rekannya tidak diberikan alat pelindung diri yang memadai untuk mencegah tertular virus corona. Setelah kejadian itu, sang atasan tetap meminta Mujinga masuk kerja.
Lihat juga:Liga Inggris Berpeluang Bergulir 1 Juni |
Kepolisian Inggris menyatakan masih menyelidiki perkara tersebut. Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengutuk perbuatan tersebut daam sidang di parlemen pada Rabu kemarin.
Serikat pekerja transportasi umum Inggris (TSSA) mendesak pemerintah untuk memberikan perhatian lebih dan perlengkapan yang memadai terhadap orang-orang yang bekerja di sektor tersebut. (ayp/ayp)