Episentrum Corona, AS Larang Sementara Pendatang dari Brasil
CNN Indonesia
Senin, 25 Mei 2020 11:19 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Minggu (24/5) kemarin memutuskan melarang sementara kedatangan orang-orang dari Brasil, karena negara itu menjadi titik baru dalam penyebaran virus corona (Covid-19).
Dalam pernyataannya, Sekretaris Pers Gedung Putih, Kayleigh McEnany, mengatakan WNA yang berada di Brasil selama 14 hari untuk sementara tidak diizinkan memasuki AS.
"Tindakan (yang dibuat) hari ini akan membantu memastikan WNA yang berada di Brasil tidak menjadi sumber infeksi tambahan di negara kita," kata McEnany dalam sebuah pernyataan.
Dilansir AFP, Senin (25/5), aturan baru ini tidak berpengaruh kepada kegiatan perdagangan.
Dengan hampir 350.000 kasus yang dikonfirmasi, Brasil kini memiliki jumlah kasus terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Negara itu telah mencatat lebih dari 22.000 kematian.
Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, adalah sekutu politik Trump. Dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos dan gaya politik yang mirip, dia dijuluki sebagai "Trump dari kawasan tropis".
Seperti halnya Trump, Bolsonaro juga seolah meremehkan virus corona dan membandingkannya dengan flu biasa. Dia berpendapat, kebijakan untuk meminta penduduk tetap berada di rumah tidak diperlukan karena bisa merusak negara dengan perekonomian terbesar di kawasan Amerika Latin itu. (ans/ayp)
[Gambas:Video CNN]
Dalam pernyataannya, Sekretaris Pers Gedung Putih, Kayleigh McEnany, mengatakan WNA yang berada di Brasil selama 14 hari untuk sementara tidak diizinkan memasuki AS.
Lihat juga:Brasil Catat 20 Ribu Kematian karena Corona |
"Tindakan (yang dibuat) hari ini akan membantu memastikan WNA yang berada di Brasil tidak menjadi sumber infeksi tambahan di negara kita," kata McEnany dalam sebuah pernyataan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan hampir 350.000 kasus yang dikonfirmasi, Brasil kini memiliki jumlah kasus terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Negara itu telah mencatat lebih dari 22.000 kematian.
Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, adalah sekutu politik Trump. Dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos dan gaya politik yang mirip, dia dijuluki sebagai "Trump dari kawasan tropis".
Seperti halnya Trump, Bolsonaro juga seolah meremehkan virus corona dan membandingkannya dengan flu biasa. Dia berpendapat, kebijakan untuk meminta penduduk tetap berada di rumah tidak diperlukan karena bisa merusak negara dengan perekonomian terbesar di kawasan Amerika Latin itu. (ans/ayp)
[Gambas:Video CNN]