Patuhi Aturan, PM Belanda Tak Bisa Lihat Ibu Sebelum Wafat

CNN Indonesia | Selasa, 26/05/2020 10:50 WIB
Perdana Menteri (PM) Belanda Mark Rutte Perdana Menteri Belanda Mark Rutte. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan(
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Belanda Mark Rutte tidak dapat mengunjungi sang ibu yang sedang kritis di pekan terakhirnya sebelum meninggal dunia pada 13 Mei lalu karena mematuhi pembatasan pergerakan pencegahan penularan virus corona (Covid-19).

Rutte mengumumkan kematian ibunda, Mieke Rutte-Dilling, pada Senin (26/5). Perempuan berusia 96 tahun itu meninggal karena terserang virus.

"Perdana Menteri telah mematuhi semua aturan," kata juru bicara Rutte kepada AFP.



Secara terpisah, Rutte mengatakan kematian sang ibu membawa kesedihan yang luar biasa bagi dirinya. Namun, Rutte mengatakan dia dan keluarga sangat bersyukur karena sang ibu bisa hidup bersama mereka untuk waktu yang sangat panjang.

"Kami sekarang telah mengucapkan selamat tinggal padanya dalam lingkaran keluarga dan berharap dapat melewati rasa kehilangan besar ini alam kedamaian dalam waktu dekat," ujar Rutte.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian

Media lokal Belanda melaporkan ibu Rutte meninggal setelah terserang virus, namun bukan virus corona. Media lokal menuturkan kampung halaman ibu Rutte tengah diserang wabah penyakit ketika ia sakit.

Belanda mengonfirmasi kasus pertama virus corona pada 27 Februari lalu yakni seorang pasien berusia 56 tahun di Tilburg yang memiliki riwayat perjalanan dari Italia.


Pada Maret, pemerintahan Rutte mengumumkan pemberlakukan pembatasan pergerakan seperti membatalkan seluruh kegiatan publik dan perkumpulan massa, menutup tempat publik, sekolah, universitas, hingga membatalkan seluruh penerbangan dari dan menuju negara dengan kasus corona tinggi termasuk China, Italia, Iran, dan Korea Selatan.

Berdasarkan data statistik Worldometer per Selasa (26/5), Belanda tercatat memiliki 45.445 kasus Covid-19 dengan 5.830 kematian. (rds/dea)

[Gambas:Video CNN]