Bangladesh Dilanda Banjir Sepekan Usai Diterjang Topan

CNN Indonesia | Jumat, 29/05/2020 02:15 WIB
A man drives his tricycle along a road as strong winds caused by typhoon Vongfong hit Catbalogan city, Western Samar province, eastern Philippines, Thursday May, 14, 2020. A strong typhoon slammed into the eastern Philippines on Thursday after authorities evacuated tens of thousands of people while trying to avoid the virus risks of overcrowding emergency shelters. (AP Photo/Simvale Sayat) Ilustrasi. Sejumlah daerah di Bangladesh masih tergenang banjir tepat sepekan setelah diterjang topan Amphan. (Foto: AP/Simvale Sayat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah daerah di Bangladesh dilanda banjir tepat sepekan setelah diterjang topan Amphan. Air dengan ketinggian sekitar satu meter melanda sejumlah kota di Bangladesh, imbas dari topan Amphan yang merupakan badai terkuat abad ini.

Selain menimpa Bangladesh, bencana serupa juga merusak infrastruktur, rumah, pohon di negara bagian Benggala Barat, India dan Bangladesh barat daya.

Lebih dari 200 ribu orang di India dan sekitar 100 ribu orang di Bangladesh saat ini harus berbagi ruang sempit di tempat pengungsian. Hal ini menjadi dilema di tengah upaya menjaga jarak untuk menghindari penularan virus corona.


Badai hebat kini menyisakan genangan hingga rumah yang tak lagi layak untuk dihuni. Di samping itu puluhan hektare lahan pertanian dan perkebunan buah-buahan hancur diterjang air laut.

Mengutip AFP, kerusakan paling parah yang disebabkan oleh topan Amphan yakni gelombang badai yang menghancurkan tanggul-tanggul yang telah dibangun untuk melindungi rumah dan area pertanian warga.

Warga berupaya mengumpulkan sisa barang-barang yang masih bisa diselamatkan.

Angin berkecepatan 165 kilometer per jam yang dibawa oleh topan Amphan merusak atap bangunan. Sementara sumur yang menjadi sumber air minum warga kini telah tercemar oleh air laut.

[Gambas:Video CNN]

Nosim Begu, seorang janda 71 tahun mengatakan ia tidak bisa menyelamatkan apapun ketika badai menghantam Bangladesh.

"Semua barang dan perabotan berharga telah rusak disapu badai, saya tidak bisa menyelamatkan apa pun," ujar Begum.

Topan Amphan menerjang India dan Bangladesh dengan skala kekuatan kategori tiga memiliki kecepatan 170 kilometer per jam (kpj), dan meningkat menjadi 190 kpj ketika sampai di daratan pada Jumat (22/5) pekan lalu.

Topan tersebut pertama kali menghantam darat di dekat kawasan resor tepi laut Digha di West Bengal, India, dan Pulauy Hatiya, Bangladesh.

Meski kekuatan badai semakin lemah setelah melewati Bangladesh, tetapi topan tersebut mendorong gelombang air laut hingga sejauh 25 kilometer ke daratan.

Sejumlah daerah di India, termasuk kota Kolkata, digenangi banjir. Rumah-rumah yang terletak di pinggiran Kolkata, rusak karena atap bangunan tersapu angin topan.

Sejumlah ruas jalan di daerah Howrah hingga kawasan pemukiman sempat tergenang banjir.

Bencana alam ini semakin mempersulit pemerintah India dan Bangladesh karena mereka juga tengah menghadapi pandemi virus corona. (AFP/evn)