Angka Kematian Pasien Corona Brasil Lampaui Spanyol

tim, CNN Indonesia | Sabtu, 30/05/2020 13:42 WIB
FILE, in this Tuesday, March 24, 2020 file photo, a patient, center, is transferred to a medicalised hotel during the COVID-19 outbreak in Madrid, Spain. The coronavirus is winning a war of attrition waged against health care workers throughout the world but more so in Spain, where necessary equipment to shield them from contagion and enough testing kits for the new virus have been lacking for weeks. The new coronavirus causes mild or moderate symptoms for most people, but for some, especially older adults and people with existing health problems, it can cause more severe illness or death. (AP Photo/Bernat Armangue, file) Angka kematian akibat virus corona (Covid-19) di negara Brasil per Jumat (29/5) menyentuh angka 27.878 korban jiwa lebih tinggi daripada Spanyol. (AP/Bernat Armangue)
Jakarta, CNN Indonesia -- Angka kematian akibat virus corona (Covid-19) di negara Brasil per Jumat (29/5) menyentuh angka 27.878 korban jiwa.

Angka tersebut melampaui jumlah korban jiwa di Spanyol. Di hari yang sama, negara tersebut mencatat ada 27.121 korban jiwa. Namun demikian jumlah angka kematian di Spanyol mulai melambat.

Brasil yang merupakan episentrum penularan virus corona di wilayah Amerika Selatan tersebut pun mencatat ada 1.124 kematian dalam 24 jam terakhir.


Angka tersebut membuat Brasil kini memiliki rasio kematian akibat virus corona sebanyak 131,2 orang per 1 juta penduduknya.

Kemudian Brasil menjadi negara dengan jumlah korban jiwa akibat covid-19 terbanyak kelima di dunia, dan juga masih berada pada posisi kedua terbanyak kasus positif Covid-19 di bawah Amerika Serikat.


Kementerian Kesehatan Brasil mengatakan bahwa ia belum bisa memastikan ihwal waktu pandemi corona di negaranya masuk dalam peak season.

"Tidak ada cara untuk memperkirakan," ujarnya dikutip dari AFP, Sabtu (30/5).

Para ahli pun selanjutnya memperkirakan jumlah kasus di Brasil bisa 15 kali lebih tinggi dari angka yang terkonfirmasi karena belum ada pengujian yang meluas. (ndn/chs)

[Gambas:Video CNN]