Warga Jepang Kembali Datangi Tempat Pemandian Umum

AFP, CNN Indonesia | Minggu, 31/05/2020 04:45 WIB
In this picture taken on May 29, 2020, Masazumi Kato relaxes in a tub at a Japanese hot spring or onsen in Yokohama, Kanagawa prefecture. - With the lifting of a nationwide state of emergency over the virus, Japan's onsen -- large bathhouses where patrons bathe naked in a series of warm pools and tubs -- are gradually reopening. (Photo by Behrouz MEHRI / AFP) / TO GO WITH AFP STORY 'JAPAN-VIRUS-HEALTH-LIFESTYLE-BATH' FOCUS BY HIROSHI HIYAMA Warga kembal mendatangi tempat pemandian umum Jepang atau onsen setelah pemerintah mencabut status darurat nasional meski harus mengikuti protokol Covid-19. (AFP/BEHROUZ MEHRI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Masazumi Kato menghela napas panjang ketika memasukkan tubuhnya ke dalam bak di pemandian umum pinggiran kota Tokyo. Dia kembali menikmati satu tradisi Jepang yang ditutup akibat pandemi virus corona.

Onsen atau tempat pemandian umum tempat warga bisa berendam air hangat di kolam dan bak mandi mulai dibuka secara bertahap karena status darurat nasional Jepang akibat pandemi corona dicabut.

Dan penggemar Onsen seperti Kato tidak merasa ragu untuk kembali menikmati tradisi ini.


"Saya yakin mereka sudah mengambil langkah-langkah antivirus seperti menaruh kaporit," ujarnya kepada AFP sembari menikmati bak mandi di luar ruangan sementara sejumlah pria lain menikmati kolam air hangat di sana.

"Saya percaya mereka dan saya senang menggunakan tempat ini," ujar Kato, pelanggan setia tempat pemandian Yumominosato di Yokohama, tak jauh dari Tokyo.

Tempat pemandian umum berlantai lima ini merupakan jenis onsen yang sangat populer dan banyak ditemukan di seluruh wilayah Jepang.

Rumah pemandian semacam itu biasanya menyediakan berbagai fasilitas seperti kolam di dalam dan luar ruangan, dan biasanya dilengkapi dengan mata air.

Beberapa di antaranya dilengkapi dengan semburan air bertenaga kuat yang berfungsi untuk memijat tubuh atau air kaya mineral yang disebut memiliki manfaat bagi kesehatan.
Tempat seperti ini biasanya dilengkapi juga dengan restoran, ruang pijat, perpustakaan komik dan berbagai ruangan santai.

Bagi banyak warga Jepang berkunjung ke onsen adalah kegiatan satu hari penuh yang biasanya meliputi tidur ketika berendam, pijat dan makan siang.

Tetapi sebagian besar onsen tutup ketika pemerintah menyatakan status darurat pada April, yang diawali kota Tokyo, diikuti sejumlah wilayah dan akhirnya berlaku untuk seluruh wilayah Jepang.

Pemerintah Jepang saat itu menunjuk tempat pemandian yang lebih kecil atau sento, yang di masa lalu diperuntukkan bagi warga yang tidak memiliki kamar mandi di rumah, sebagai jenis usaha penting sehingga diperbolehkan tetap buka.

Sento pun diwajibkan untuk menambah ventilasi di tempat-tempat tertutup, menjaga jarak bagi pelanggan dan melap tempat yang disentuh pengunjung seperti lemari dan pegangan pintu.

Periksa Suhu

Tetapi Yumominosato tutup selama dua bulan dan kini berharap bisa meyakinkan pelanggan bahwa tempat itu aman untuk dikunjungi. Kato mengatakan tidak kuatir dengan virus corona, meski berada di ruang tertutup dan tidak mungkin memakai masker di bak air hangat.

"Kami tahu bagaimana virus ini ditularkan dari manusia dan dari barang ke manusia. Jadi jangan keluar rumah dan menyentuh apapun," ujarnya.

"Saya secara pribadi mengambil langkah-langkah yang diperlukan (untuk menjaga kesehatan)."

Para pakar penularan penyakit Jepang tidak secara khusus melarang penggunaan tempat mandi umum, meski mereka menekankan bahwa pemilik harus mempraktikkan kebersihan dan aturan jaga jarak.

Di Yumominosato, pengunjung wajib diperiksa suhu tubuhnya sebelum masuk dan diminta menjaga jarak dengan orang lain di dalam dan luar bak mandi.

Mereka juga diminta menggunakan masker di luar tempat mandi dan menggunakan pembersih tangan yang disebar di berbagai sudut tempat pemandian itu.

Sebelum pandemi corona melanda, tempat pemandian ini dikunjungi hingga seribu orang per hari, dan jumlahnya mulai meningkat setelah dibuka kembali.

Manajer fasilitas ini Hiroshi Saito mengatakan 500 orang telah mendatangi tempat itu dalam dua hari pertama.

"Pertama-tama, saya lega," ujar Saito.

"Tentu saja, virus corona belum benar-benar hilang. Kemungkinan gelombang kedua penderita selalu ada di dalam pikiran warga. Jadi kami pun telah meningkatkan upaya kebersihan sehingga pengunjung bisa benar-benar santai dan menikmati fasilitas kami."

Dan itu lah yang dilakukan oleh You Sasaki, seorang pengusaha, yang duduk di bak mandi luar ruangan sambil menikmati matahari dan angin semilir.

"Rasanya enak sekali. Sangat enak," ujarnya.

Dia mengatakan mengikuti anjuran "tinggal di rumah" selama periode darurat, tetapi tidak sabar menunggu onsen dibuka kembali. Sasaki mengunjungi onsen empat kali seminggu sebelum pandemi corona melanda.

"Terakhir kali saya ke sini pada akhir Maret. Onsen tempat spesial. Sulit dijelaskan dengan kata-kata. Berendam di bak yang besar membuat tubuh terasa santai," ujar Sasaki.

"Ini bagian dari kehidupan kami. Kami tidak bisa dipisahkan dari ini, dari pemandian ini. Dan menurut saya itu anggapan semua warga Jepang." (yns)

[Gambas:Video CNN]