Wali Kota Atlanta Kecam Perusuh Bukanlah Pembela George Floyd

CNN Indonesia
Minggu, 31 May 2020 09:56 WIB
EDS NOTE: OBSCENITY - Demonstrators paint on the CNN logo during a protest march, Friday, May 29, 2020, in Atlanta, in response to the Memorial Day death of George Floyd in police custody in Minneapolis. The protest started peacefully earlier in the day before demonstrators clashed with police. (AP Photo/Mike Stewart) Logo CNN di Atlanta yang dihancurkan oknum perusuh dalam aksi demonstrasi tewasnya George Floyd pada Jumat (29/5). (AP/Mike Stewart)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wali Kota Atlanta Keisha Lance Bottoms mengutuk aksi unjuk rasa membela kematian George Floyd di depan gedung CNN yang terjadi pekan ini.

"Ini bukan protes. Ini kekacauan. Protes punya tujuan," tuturnya.

Ia menyerukan pengunjuk rasa agar pulang jika mengaku mencintai kota Atlanta, Amerika Serikat, serta komunitas kulit hitam.


Dalam pernyataannya, Lance ikut menyampaikan pengalamannya sebagai keluarga berkulit hitam. Ia menekankan yang peduli terhadap isu rasisme bukan hanya pengunjuk rasa.

"Saya seorang ibu dari empat anak kulit hitam di Amerika, salah satunya berusia 18 tahun. Dan ketika saya melihat pembunuh George Floyd, saya terluka seperti seorang ibu yang terluka," ungkapnya.

Ia mengaku langsung menghubungi anak-anaknya ketika tahu insiden Floyd terjadi. Ia khawatir tidak bisa melindungi anaknya yang berkulit hitam jika ada di luar rumah.

"Jadi Anda tidak akan mempedulikan saya dan merawat saya di mana kita berada di Amerika. Saya mengenakan ini [kulit hitam] setiap hari, dan saya berdoa untuk anak-anak saya setiap hari," ujarnya.

Ia pun mengatakan berpartisipasi dalam pemilihan umum pada 9 Juni nanti jadi langkah yang lebih tepat jika masyarakat ingin adanya perubahan, bukan dengan memulai kerusuhan dan penjarahan.

Seperti yang dikutip dari INSIDER pada Minggu (31/5), pembunuhan orang kulit hitam oleh polisi di Atlanta beberapa kali terjadi. Salah satunya dilakukan oleh petugas keamanan Bottoms kepada D'Ettrick Griffin, seorang bocah usia 18 tahun.

Buntutnya, pihak keluarga Griffin menuntut kepolisian Atlanta sebesar US$5 juta.

Demonstran pembela Floyd menyerbu markas CNN dan merusak gedung dengan lemparan batu pada Jumat (29/5).

Rangkaian demonstrasi ini pertama kali digelar di Minneapolis, Minnesota pada Senin (25/5).

[Gambas:Youtube]

(fey/ard)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER