Masaaki Yasumi, salah seorang pejabat di kota itu telah mengajukan usulan larangan tersebut ke Dewan Kota pada Senin (6/1). Ia mengatakan jumlah kecelakaan naik seiring meningkatnya warga yang menggunakan smartphone.
"Kami ingin mencegah hal itu terjadi," katanya dilansir AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika disetujui, poster dan pesan berisi larangan tersebut diharapkan berlaku mulai bulan depan. Pada tahun 2014, penelitian NTT Docomo, perusahaan raksasa ponsel Jepang, memperkirakan bidang pandang rata-rata pejalan kaki sambil menatap smartphone adalah lima persen dari apa yang dilihat mata secara normal.
Perusahaan tersebut menjalankan simulasi komputer terhadap apa yang akan terjadi jika 1.500 orang menggunakan penyeberangan pejalan kaki Shibuya yang sibuk di Tokyo sambil melihat smartphone mereka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua pertiga pejalan kaki tidak akan berhasil sampai ke seberang jalan tanpa insiden, dengan 446 tabrakan, 103 orang jatuh dan 21 menjatuhkan ponsel mereka.
Jumlah kecelakaan antara orang yang menggunakan ponsel saat mengendarai sepeda dan pejalan kaki juga meningkat di Jepang. Dalam beberapa kasus, keluarga korban menuntut kompensasi hingga 100 juta yen atau sekitar 1 juta dolar.
(hrf/agt)