Kota Yamato di Jepang Larang Pejalan Kaki Gunakan Smartphone

CNN Indonesia | Selasa, 02/06/2020 01:02 WIB
Ilustrasi pengemudi menggunakan ponsel Ilustrasi. (Picjumbo/Viktor Hanacek).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah kota Yamato, Jepang, berencana menerbitkan larangan menggunakan smartphone saat berjalan kaki. Larangan diberlakukan karena kebiasaan menggunakan perangkat pintar itu sudah ditengarai jadi salah satu penyebab banyaknya kecelakaan di kota tersebut.

Masaaki Yasumi, salah seorang pejabat di kota itu telah mengajukan usulan larangan tersebut ke Dewan Kota pada Senin (6/1). Ia mengatakan jumlah kecelakaan naik seiring meningkatnya warga yang menggunakan smartphone.

"Kami ingin mencegah hal itu terjadi," katanya dilansir AFP.


Jika usulan tersebut disahkan, lanjut dia, Yamato akan menjadi kota pertama yang menerapkan larangan tersebut di Jepang. Meski akan melarang, Yasumi mengatakan tak akan ada hukuman bagi mereka yang tak dapat melepaskan diri dari layar gawai mereka di jalan.

"Kami berharap larangan itu akan meningkatkan kesadaran tentang bahaya," katanya.

Jika disetujui, poster dan pesan berisi larangan tersebut diharapkan berlaku mulai bulan depan. Pada tahun 2014, penelitian NTT Docomo, perusahaan raksasa ponsel Jepang, memperkirakan bidang pandang rata-rata pejalan kaki sambil menatap smartphone adalah lima persen dari apa yang dilihat mata secara normal.

Perusahaan tersebut menjalankan simulasi komputer terhadap apa yang akan terjadi jika 1.500 orang menggunakan penyeberangan pejalan kaki Shibuya yang sibuk di Tokyo sambil melihat smartphone mereka.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua pertiga pejalan kaki tidak akan berhasil sampai ke seberang jalan tanpa insiden, dengan 446 tabrakan, 103 orang jatuh dan 21 menjatuhkan ponsel mereka.

Jumlah kecelakaan antara orang yang menggunakan ponsel saat mengendarai sepeda dan pejalan kaki juga meningkat di Jepang. Dalam beberapa kasus, keluarga korban menuntut kompensasi hingga 100 juta yen atau sekitar 1 juta dolar.

(hrf/agt)

[Gambas:Video CNN]