Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan kedua negara memang berupaya mempertahankan keuntungan dari kerja sama yang terjalin selama ini.
Namun, ia menuturkan Beijing tak segan bertindak tegas dalam mempertahankan kepentingannya dalam hal keamanan dan pembangunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap kata atau tindakan AS yang membahayakan kepentingan China akan menghadapi serangan balik yang tegas dari China," paparnya menambahkan.
Pernyataan itu diutarakan Zhao menanggapi keputusan Presiden Donald Trump yang memulai proses menghapus status khusus Hong Kong. Langkah itu dilakukan AS sebagai tanggapan terhadap rencana Hong Kong mengadopsi RUU Keamanan Nasional yang diusulkan China.
Rencana penerapan RUU itu kembali memicu demonstrasi anti-Beijing besar-besaran di Hong Kong setelah sempat mereda saat pandemi virus corona (Covid-19).
RUU itu bisa memberikan kewenangan terhadap pihak berwenang untuk menindak secara hukum setiap upaya pemisahan diri (separatis), campur tangan asing, terorisme, dan semua kegiatan hasutan yang bertujuan menggulingkan pemerintah pusat dan segala gangguan eksternal di Hong Kong.
Warga anti-Beijing khawatir bahwa China akan memanfaatkan RUU itu untuk mengakhiri kebebasan Hong Kong sebagai daerah administratif khusus.
Merespons situasi di Hong Kong, Trump pada pekan lalu akan menghapus beberapa hak istimewa wilayah otonomi Tiongkok itu karena China tengah menguatkan kendali atas Hong Kong, seperti dilansir AFP.
[Gambas:Video CNN]
Amerika dan Inggris juga mengutarakan kekhawatirannya pada Dewan Keamanan PBB atas undang-undang baru kontroversial untuk Hong Kong.
Kekhawatiran ini membuat marah China yang berpendapat diskusi tersebut tidak selayaknya dibahas di badan dunia. (rds/ayp)