Johnson mengatakan pihaknya tidak menoleransi rasisme dan kekerasan terhadap etnis minoritas terjadi di Inggris.
"Saya terkejut dan muak melihat apa yang terjadi dengan kematian George Floyd," ujar Johnson disela konferensi pers seperti dikutip dari CNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir, orang memiliki hak untuk memprotes agar mereka didengar atas ketidakadilan seperti yang terjadi pada George Floyd. Kehidupan setiap orang penting. Hitam itu penting, tetapi kita juga harus melawan virus ini (corona)," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Kekhawatiran penularan virus corona di tengah aksi demo kematian Floyd yang diikuti ribuan orang juga sempat diperingatkan oleh Jenderal Ahli Bedah AS, Jerome Adams.
"Saya khawatir terhadap konsekuensi kesehatan masyarakat, baik individu dan institusi serta orang-orang yang protes dengan cara yang berbahaya bagi diri mereka sendiri dan bagi kelompok mereka," kata Adams kepada Politico dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Senin (1/6).
"Berdasarkan cara penyebaran penyakit, selalu ada alasan terjadi klaster baru dan potensi wabah baru," ujarnya seperti dikutip dari CNN, Rabu (3/6).
Selain di AS, gelombang demonstrasi kematian George Floyd juga digelar di sejumlah negara Eropa hingga Amerika Latin. (cnn/evn)