Pelaku Pembunuh Gajah dengan Bom Buah di India Ditangkap

CNN Indonesia | Minggu, 07/06/2020 07:44 WIB
Gajah jinak betina yang bernama ida cidera akibat diserang kawanan gajah liar di Desa Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime, Bener Meriah, Aceh, Selasa (12/2/2019). Gajah jinak yang bernama Ida dengan umur sekitar 40 tahun mengalami cedera pada kaki kiri belakang sehingga harus dievakuasi ke PLG Saree untuk penanganan medis. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/foc. Ilustrasi gajah. Kepolisian India telah menangkap seorang pekerja perkebunan dan masih memburu dua pelaku lainnya pembunuh gajah dengan buah berisi peledak di Kerala. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian India telah menangkap seorang pekerja perkebunan dan masih memburu dua pelaku lainnya pembunuh gajah dengan buah berisi peledak di Kerala yang membuat geger India dan dunia maya.

Sebelumnya seekor gajah ditemukan sekarat di sebuah sungai di Kerala, bagian barat daya India. Gajah dan bayinya yang dalam kandungan itu kemudian mati karena menyantap buah yang di dalamnya telah diberi petasan, sebagai jebakan dari pelaku.

Kasus tersebut menimbulkan kegemparan di India serta menjadi kasus teranyar dari konflik yang berkembang di Asia Selatan terkait alam dan manusia.


Sebuah video yang berisi gajah tersebut berdiri diam di tengah sungai pun menyebar di internet dan membuat netizen di berbagai belahan Bumi gempar dan marah.


P. Wilson diketahui ditangkap pada Jumat (5/6) waktu India setelah diduga menempatkan buah berisi petasan tersebut. Ia diduga membuat jebakan tersebut untuk menjauhkan babi hutan dari perkebunan karetnya.

"Pelaku telah mengakui bahwa mereka menggunakan kelapa berisi peledak untuk menargetkan hewan liar," kata kepala penjaga satwa liat Kerala, Surendra Kumar, Sabtu (6/6).

Sedangkan petugas disebut masih mencari dua rekannya yang masih bebas.

Kumar mengatakan para pelaku membuat "bom kelapa" di pekan kedua Mei lalu dan meninggalkan jebakan itu di batas kebun mereka.

Pejabat setempat mengatakan belum jelas kapan gajah berusia 15 tahun tersebut mengonsumsi bom buah tersebut. Namun ia ditemukan terluka pada 25 Mei, dua hari sebelum kemudian tewas.


Penjaga hutan setempat mengatakan ledakan itu menyebabkan kerusakan fatal di mulut si gajah, dan membuatnya tak bisa mengonsumsi cairan hingga berhari-hari.

Penduduk desa di penjuru India kerap menggunakan peledak atau petasan yang diselipkan di dalam buah, yang digunakan sebagai ranjau darat, sebagai umpan untuk hewan liar yang dianggap mengancam kebun dan rumah mereka.

Insiden serupa sempat dilaporkan pada bulan lalu di dekat Kerala, ketika seekor gajah betina ditemukan tewas dengan mulut terluka.

Bila terbukti bersalah, para pelaku bom buah gajah tersebut bisa menghadapi hukuman tujuh tahun penjara karena membunuh gajah yang termasuk hewan dilindungi di India.

[Gambas:Video CNN]

India diketahui adalah rumah bagi hampir 30.000 gajah, setara dengan 60 persen hewan keluarga pachyderm liar di dunia. Namun pertumbuhan kota telah mengancam habitat para hewan tersebut dan menjadi konflik dengan manusia.

Menurut data dari Pemerintah India, sekitar 2.360 orang tewas dalam serangan gajah antara 2014-2019. Sementara itu, dalam periode yang sama, 510 gajah mati, 333 dari aksi sengatan listrik dan 100 dari kasus perburuan juga peracunan.

(AFP/end)