Selandia Baru Buat Iklan 'Porno' untuk Giatkan Internet Sehat

The Guardian, CNN Indonesia | Rabu, 17/06/2020 07:51 WIB
Porn text and sex content concept on computer screen. Closeup screenshot, screen pixels and cursor pointer Ilustrasi pornografi. (Istockphoto/Exclusive Lab)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Selandia Baru menyewa dua artis untuk berperan sebagai bintang film dewasa dalam salah satu episode serial iklan layanan masyarakat, terkait kampanye internet sehat bagi generasi muda.

Dalam iklan tersebut terlihat sebuah adegan di mana seorang pria dan wanita bernama Derek dan Sue mengetuk pintu sebuah rumah tanpa mengenakan busana.


Seorang ibu lalu membuka pintu dan terkejut melihat kedua pasangan itu berdiri di depan pintu rumahnya tanpa busana.


"Hi, anak laki-laki Anda sedang menonton kami berdua secara online," kata Sue dalam serial iklan pemerintah berjudul Keep It Real Online.

Derek, yang diperankan oleh komedian Justine Smith, mengatakan kepada ibu tersebut bahwa anaknya kerap menonton video-video dewasa dia dan Sue melalui laptop, iPad, ponsel, proyektor Smart TV, bahkan konsol game PlayStation.

Sue dan Derek memperingatkan sang ibu bahwa mereka tak pernah berbicara tentang makna sebuah hubungan dan aktivitas seksual dalam video-video mereka.

"Tetapi, saya tidak pernah melakukan itu semua di kehidupan nyata saya," kata Derek.


"Ya, kami biasanya tampil dalam video-video untuk orang dewasa, tetapi putra Anda hanyalah seorang anak kecil. Dia mungkin tidak tahu bagaimana sebenarnya suatu hubungan laki-laki dan perempuan berlangsung," tambah Sue seperti dilansir The Guardian.

Iklan layanan masyarakat tersebut dibuat pemerintahan Perdana Menteri Jacinda Ardern menyusul kekhawatiran akan penyalahgunaan internet oleh generasi muda Selandia Baru.

Sebab, sebuah studi pada Desember 2019 memaparkan bahwa sebagian besar generasi muda Selandia Baru menggunakan internet sebagai sarana utama mereka mengenal dan belajar apa itu seks.

Iklan tersebut dinilai sejumlah pihak kreatif lantaran bisa menyisipkan konten humor dan ringan untuk mengkampanyekan suatu isu yang cukup kompleks dan mungkin cukup tabu di Selandia Baru, yakni edukasi seksual antara orang tua dan anak.

[Gambas:Video CNN]

Selain episode soal konten pornografi, serial iklan pemerintah itu juga pernah membuat beberapa episode lain berisikan kampanye perundungan di dunia maya, isu pedofilia, dan pengawasan anak terhadap konten kekerasan di internet. (rds/ayp)