Selandia Baru Tegaskan Bebas dari Virus Corona

AFP, CNN Indonesia | Senin, 08/06/2020 10:55 WIB
People walk on a street in Wellington on May 14, 2020. - New Zealand will phase out its coronavirus lockdown over the next 10 days after successfully containing the virus, although some restrictions will remain, Prime Minister Jacinda Ardern announced on May 11. Ardern said that from May 14 shopping malls, restaurants, cinemas and playgrounds will reopen -- with the country moving to Level Two on its four-tier system. (Photo by Marty MELVILLE / AFP) Selandia baru menegaskan telah terbebas dari virus corona. (Foto: AFP/MARTY MELVILLE)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selandia Baru menegaskan tidak ada lagi kasus Covid-19 aktif. Satu pasien terakhir yang dirawat karena virus corona dinyatakan sembuh dan telah menyelesaikan perawatan pada Senin (8/6).

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Ashley Bloomfield mengatakan data terbaru ini merupakan kabar yang sangat baik setelah upaya panjang Selandia Baru menekan penyebaran virus corona.

"Tidak ada laporan kasus aktif (virus corona) untuk pertama kalinya sejak 28 Februari merupakan tanda signifikan dalam perjalanan kami," ujar Bloomfield seperti mengutip AFP.


Bloomfield mengatakan kendati sudah tidak ada pasien yang dirawat karena virus corona, Negeri Kiwi tetap mewaspadai potensi gelombang kedua Covid-19.

"Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, kewaspadaan terhadap potensi Covid-10 akan menjadi hal penting," ujarnya.

Selandia Baru menuai pujian global setelah upaya penanganan virus corona dianggap berhasil menekan lanju penyebaran virus corona.
Insert Artikel - Waspada Virus CoronaFoto: CNN Indonesia/Fajrian
Insert Artikel - Waspada Virus Corona

Perdana Menteri Jacinda Ardern sejak awal telah memberlakukan penguncian wilayah (lockdown) ketat selama tujuh pekan.

Negara dengan populasi lima juta jiwa itu hingga kini hanya memiliki 1.154 kasus corona dengan 22 korban jiwa.

Sejak 27 Mei lalu Selandia Baru melaporkan tidak ada penambahan kasus baru virus corona selama lima hari berturut-turut. Tak hanya itu, tidak ada pasien yang dirawat di rumah sakit akibat virus tersebut.

Untuk menekan kemungkinan gelombang kedua corona, pemerintah melakukan pengawasan dan pengujian rutin yang mencakup orang-orang bekerja di perbatasan, contohnya di bandara.

Tak hanya itu, pemerintah juga membuat aplikasi NZ Covid Tracer untuk mengidentifikasi dan melacak Covid-10. Masyarakat diminta mengunduh aplikasi itu untuk mempermudah upaya pencegahan virus corona. (evn/evn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK