Kini keduanya telah ditangkap, kata media pemerintah, Senin (15/6).
Pemerintah setempat telah melarang pencurian hewan dan menjual daging curian ke toko-toko makanan dan juga pasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, hewan-hewan itu juga dibesarkan dengan penuh kasih sayang sebagai hewan peliharaan oleh banyak penduduk.
Mereka melaporkannya kepada polisi dan aparat menangkap seorang pria dan seorang wanita yang sedang mengumpulkan anjing dan kucing mati ke dalam tas, demikian menurut laporan situs berita VNExpress.
Sebuah situs berita milik pemerintah melaporkan polisi menemukan racun sianida dan alat untuk membantai 30 hewan di rumah sewaan milik pasangan itu.
Dilaporkan, pasangan itu mengaku menangkap anjing dan kucing di beberapa komunitas. Mereka berniat mengangkut hewan-hewan itu ke provinsi lain untuk menjual dagingnya.
Laporan itu tidak segera dikonfirmasi oleh kepolisian kepada AFP.
Kelompok perlindungan hewan internasional terus-menerus meminta pemerintah Vietnam melarang konsumsi daging anjing dan kucing, tapi sejauh ini konsumsi dua hewan itu di Hanoi telah menurun dan bisnisnya tetap menguntungkan.
Jumlah kucing tidak diketahui pasti tapi kemungkinan jumlahnya mencapai jutaan, kata LSM itu.
Pada 2018, pejabat Hanoi mendesak warga mengurangi konsumsi daging anjing dengan mengatakan bahwa hidangan populer itu merusak citra kota dan berisiko menyebarkan rabies.
Ada beberapa peternakan daging anjing dan kucing di Vietnam, serta banyak hewan yang ditangkap secara ilegal.
Cara pemburu hewan membunuh hewan-hewan itu seringkali dinilai kejam dan pejabat kota setempat berharap aktivitas itu bisa dihapuskan secara bertahap.
Namun pencurian kucing dan anjing di tingkat domestik terus berlanjut, meskipun pihak berwenang telah melakukan banyak penangkapan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk lima orang yang ditahan bulan lalu di provinsi Nghe An.
Pencuri anjing sudah sejak lama memantik kemarahan masyarakat Vietnam dan pernah dipukuli hingga tewas oleh penduduk desa di masa lalu. (ans/ayp)