Korea Utara Siapkan Selebaran Anti-Korea Selatan

CNN Indonesia | Sabtu, 20/06/2020 15:12 WIB
Korean People's Army (KPA) soldiers salute as they watch a mass rally on Kim Il Sung square in Pyongyang on September 9, 2018.
North Korea held a military parade to mark its 70th birthday, but refrained from showing off the intercontinental ballistic missiles that have seen it hit with multiple international sanctions. / AFP PHOTO / Ed JONES Ilustrasi tentara Korea Utara.(AFP PHOTO / Ed JONES)
Jakarta, CNN Indonesia --

Korea Utara sedang bersiap menyebarkan balasan selebaran anti-Seoul ke Korea Selatan, merujuk keterangan dari media pemerintah Korea Utara KCNA, Sabtu (20/6).

Pyongyang baru-baru ini juga telah mengeluarkan serangkaian kecaman kepada Seoul atas selebaran anti-Korea Utara yang dikirimkan para pembelot lewat balon dan botol yang diapungkan.

Korea Utara telah meningkatkan ketegangan dengan meledakkan kantor perhubungan di sisi perbatasan yang melambangkan pemulihan hubungan antar negara Korea.


Selain itu mereka meningkatkan aktivitas militer di perbatasan dan sedang mempersiapkan kampanye selebaran.

Dilansir dari AFP, kantor berita KCNA menyatakan Pyongyang sangat marah dan sedang mempersiapkan distribusi selebaran berskala besar.

"Setiap tindakan harus ditanggapi dengan reaksi yang tepat dan hanya mereka yang mengalami sendiri yang bisa merasakan betapa menyinggungnya hal tersebut," kata KCNA.

Foto dari surat kabar Rodong Sinmun memperlihatkan puntung rokok dan abu menumpuk di selebaran yang tercetak wajah Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.

Di salah satu selebaran, terlihat Moon dengan secangkir minuman yang tak dikenal dan bertuliskan:

"(Dia) telah memakan semuanya, termasuk perjanjian Korea Utara-Selatan".

Pyongyang juga marah dengan selebaran yang dikirim oleh pembelot, selebaran itu mengkritik pemimpin Korea Utara atas pelanggaran HAM dan ambisi nuklirnya.

Laporan KCNA tentang selebaran itu muncul sehari setelah Menteri Unifikasi Korea Selatan Kim Yeon-chul mengundurkan diri karena ketegangan kedua negara semakin meningkat.

Pekan ini, Presiden Korea Selatan juga menjadi sasaran kecaman dari saudara perempuan Kim Jong-un, Kim Yo-jong.

Seoul membalas dengan kritik keras atas tuduhan terbaru Pyongyang terhadap Moon dan peledakan kantor penghubung. Seoul mengatakan pihaknya 'tidak lagi mentolerir' tindakan dan ucapan Korea Utara yang tidak masuk akal.

Para analis mengatakan Korea Utara kemungkinan berusaha menciptakan krisis untuk meningkatkan tekanan terhadap Korea Selatan untuk mendapatkan konsesi.

Hubungan keduanya memanas selama berbulan-bulan setelah runtuhnya KTT di Hanoi antara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump.

(AFP/ans/wis)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK