Ratusan Pilot Pakistan Diduga Pakai 'Joki' Saat Tes

CNN Indonesia | Kamis, 25/06/2020 20:19 WIB
Soldiers and volunteers collect dead bodies at the site of a crash in Karachi, Pakistan, Friday, May 22, 2020. An aviation official says a passenger plane belonging to state-run Pakistan International Airlines carrying more than 100 passengers and crew has crashed near the southern port city of Karachi. (AP Photo/Fareed Khan) Evakuasi korban pesawat jatuh Airbus A320 Pakistan International Airlines (PIA) di Karachi, pada 22 Mei, yang menewaskan 97 orang. (AP/Fareed Khan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Maskapai milik pemerintah Pakistan, Pakistan International Airlines (PIA), menyatakan melarang terbang 150 pilot karena diduga curang saat menjalani ujian guna mendapatkan surat izin terbang.

Pernyataan itu disampaikan bersamaan dengan pemaparan hasil penyelidikan terkait penyebab kecelakaan pesawat Airbus A320 dengan nomor penerbangan PK8303, yang jatuh di Karachi pada 22 Mei lalu. Peristiwa itu merenggut nyawa 97 orang, dan sebagian besar penumpang hendak pulang kampung untuk merayakan Idul Fitri.


"Kami memastikan para pilot yang tidak memenuhi syarat tidak akan bisa menerbangkan pesawat lagi," kata juru bicara PIA, Abdullah Hafeez, dalam jumpa pers di Islamabad, seperti dilansir Associated Press, Kamis (25/6).

Keputusan itu diambil PIA sehari setelah Menteri Penerbangan Pakistan, Ghulam Sarwar Khan, menyatakan di depan parlemen bahwa ada 262 dari 860 pilot di Pakistan memalsukan izin terbang mereka.

Pernyataan Khan mengejutkan para anggota parlemen dan keluarga korban. Dalam kecelakaan itu hanya dua penumpang yang selamat.

Khan dan Hafeez tidak merinci bagaimana bentuk kecurangan dan manipulasi yang dimaksud. Khan hanya mengatakan para pilot itu tidak menjalani langsung ujian untuk mendapatkan sertifikat layak terbang dari badan penerbangan setempat.

Akan tetapi menurut sumber, sejumlah pilot yang bisa menerbangkan pesawat tetapi tidak cakap dalam hal teknis biasanya menyogok pilot yang lebih memahami untuk menjadi 'joki' mereka saat ujian.


Sumber itu mengatakan, PIA sebenarnya sudah mengetahui skandal itu sejak dua tahun lalu. Saat itu ada empat pilot yang dipecat karena diduga menyewa joki saat ujian mendapatkan izin terbang.

Di sisi lain, Khan mengatakan insiden maut itu terjadi setelah pilot tidak mengindahkan peringatan dari petugas lalu lintas udara. Saat itu petugas menara bandara mengatakan bahwa pesawat nahas tersebut terlalu tinggi untuk mendarat.

Petugas kendali lalu lintas udara mengatakan pilot mencoba melakukan pendaratan sebanyak tiga kali, dan bahkan posisi pesawat sempat terlihat terlampau rendah.

Ketika percobaan pendaratan pertama gagal, petugas lalu lintas udara juga tidak memberi tahu pilot bahwa mesin mereka terlihat rusak karena sempat menggesek aspal landasan.


[Gambas:Video CNN]

Saat percobaan terakhir, pilot mengatakan pesawat mendadak kehilangan tenaga karena kedua mesin mati dan langsung jatuh mengarah ke kawasan pemukiman.

Seorang perempuan yang berada di lokasi dilaporkan meninggal akibat tertimpa pesawat.

(Associated Press/ayp)