Ledakan Dahsyat Iran Diduga Berasal dari Situs Rudal Rahasia

AP, CNN Indonesia | Senin, 29/06/2020 14:16 WIB
Syrian fighters from the Turkish-backed National Liberation Front (NLF) fire a missile against regime positions on May 13, 2019 in the rebel-held northern part of Syria's Hama province. - Clashes on the edge of a jihadist bastion in northwestern Syria have killed at least 42 fighters in 24 hours, a monitor said today, after regime bombardment on the region devastated health services. (Photo by OMAR HAJ KADOUR / AFP) / “The erroneous mention[s] appearing in the metadata of this photo by OMAR HAJ KADOUR has been modified in AFP systems in the following manner: [Syrian fighters from the Turkish-backed National Liberation Front (NLF) ] instead of [Fighters from Hayat Tahrir al-Sham (HTS), Syria's former al-Qaeda affiliate]. Please immediately remove the erroneous mention[s] from all your online services and delete it (them) from your servers. If you have been authorized by AFP to distribute it (them) to third parties, please ensure that the same actions are carried out by them. Failure to promptly comply with these instructions will entail liability on your part for any continued or post notification usage. Therefore we thank you very much for all your attention and prompt action. We are sorry for the inconvenience this notification may cause and remain at your disposal for any further information you may require.” Ilustrasi ledakan rudal. (Foto: OMAR HAJ KADOUR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah ledakan dahsyat yang mengguncang Teheran, Iran, pada Jumat (26/6) pekan lalu diduga berasal dari sebuah situs rudal dan terowongan bawah tanah tersembunyi yang terletak di timur wilayah timur pegunungan ibu kota.

Dugaan itu diungkapkan oleh para analis berdasarkan sejumlah foto satelit.

Foto satelit menunjukkan area sekitar 20 kilometer dari timur pusat Teheran dipenuhi semak belukar yang hangus sepanjang ratusan meter. Semak belukar itu sebelumnya tidak pernah terlihat dari satelit, bahkan dari foto satelit yang sama dan diambil beberapa pekan sebelum ledakan terjadi.


Pemerintah Iran mengatakan ledakan tersebut berasal dari tangki gas industri di sebuah daerah di dekat pangkalan militer parchin. Ledakan yang memicu kilatan cahaya di langit dilihat oleh banyak pengguna media sosial di Teheran.

Namun, analis menggambarkan area tanki gas itu berada di dekat fasilitas rudal Khojir Iran.

Peneliti James Martin Center for Nonproliferation Studies dari Middlebury Institute of International Studies, Fabian Hinz, menuturkan ledakan itu tampak menghantam sebuah situs milik Shahid Bakeri Industrial Group yang membuat roket-propelan padat.

Institut yang berbasis di Washington, Amerika Serikat, itu mengidentifikasi situs Khojir sebagai "situs dengan banyak terowongan bawah tanah" dan beberapa di antaranya digunakan untuk perakitan senjata.

Dikutip Associated Press, sejumlah foto satelit juga menunjukkan bahwa situs itu menjadi tempat perakitan rudal.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sebelumnya juga mencurigai Iran melakukan sejumlah uji rudal dan bahan peledak yang bisa digunakan dengan senjata nuklir di situs militer Parchin.

Selama ini, Iran diduga terus mengembangkan teknologi rudal dan senjata nuklir meski diancam sanksi internasional terutama dari Amerika Serikat.

Iran juga menyatakan akan kembali melakukan pengayaan uranium setelah Amerika Serikat  menyatakan keluar dari perjanjian nuklir 2015 dan menjatuhkan lagi serangkaian sanksi terhadap pemerintahan Presiden Hassan Rouhani.

Laporan Badan intelijen AS 2019 memaparkan bahwa Iran memiliki program fasilitas bawah tanah terbesar di Timur Tengah.

"Situs-situs itu mendukung sebagian besar segi kemampuan rudal balistik Teheran, termasuk kekuatan operasional dan pengembangan rudal dan program produksi," bunyi laporan tersebut.

Sementara itu, program rudal dan luar angkasa Iran tercatat telah mengalami serangkaian kecelakaan atau ledakan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2011, ledakan terjadi di situs rudal dekat Teheran hingga menewaskan Komandan Garda Revolusi Hassan Tehrani Moghaddam.

Moghaddam memimpin program pengembangan rudal Garda Revolusi dan 16 proyek lainnya.

(rds/evn)