Saudi Lepaskan Tembakan ke Kapal Iran yang Terobos Masuk

CNN Indonesia | Senin, 29/06/2020 19:41 WIB
In this Sunday, July 21, 2019 photo, two armed members of Iran's Revolutionary Guard inspect the British-flagged oil tanker Stena Impero, which was seized in the Strait of Hormuz on Friday by the Guard, in the Iranian port of Bandar Abbas. Global stock markets were subdued Monday while the price of oil climbed as tensions in the Persian Gulf escalated after Iran's seizure of a British oil tanker on Friday. (Morteza Akhoondi/Mehr News Agency via AP) Ilustrasi. Arab Saudi melepaskan tembakan peringatan untuk mengusir tiga kapal Iran yang memasuki perairan mereka. (Morteza Akhoondi/Mehr News Agency via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Arab Saudi melepaskan tembakan peringatan untuk mengusir tiga kapal Iran yang memasuki perairan mereka. Tembakan peringatan itu dilepaskan oleh penjaga pantai kerajaan pada Kamis (25/6).

"Pada pukul 6.30 sore Kamis (waktu setempat), penjaga perbatasan melihat tiga kapal Iran yang memasuki perairan Saudi," kata kantor berita resmi Saudi Press.

"Kapal-kapal itu menolak menanggapi peringatan berulang (yang disampaikan), setelah itu tembakan peringatan pun ditembakkan (untuk) memaksa mereka mundur."


Dilansir dari Gulf Business, juru bicara resmi penjaga perbatasan menyatakan mereka tidak akan membiarkan pelanggaran apapun terjadi di wilayah perairan kerajaan Arab Saudi.

Menurut AFP, laporan itu tidak mengidentifikasi jenis kapal yang digunakan oleh Iran.

Arab Saudi mengakhiri hubungan diplomatik dengan Iran setelah muncul aksi protes yang menolak Riyadh mengeksekusi seorang ulama Syiah yang dihormati, Sheikh Nimr al-Nimr pada 2016 lalu.

Arab Saudi berselisih dengan Iran sejak revolusi Islam pada 1979 yang mengantarkan teokrasi Syiah dan membuat kedua negara saling bertentangan.

Keduanya juga berada pada sisi berlawanan dalam konflik di Timur Tengah, dari Suriah hingga Yaman.

Dilansir dari Al Arabiya, dalam beberapa bulan terakhir, ada banyak insiden di mana kapal-kapal Iran mendekati Angkatan Laut AS dan kapal penjaga pantai di Teluk. Washington menyebut insiden itu sebagai tindakan 'berbahaya dan provokatif'.

Baru-baru ini, Iran juga mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bahwa pihaknya siap menghancurkan kapal perang AS jika mengancam kapal mereka.
Pada 2019, ketegangan di wilayah perairan itu kian meningkat setelah serangkaian serangan terhadap tanker minyak.

Salah satunya melibatkan dua kapal tanker minyak Saudi yang diserang di Teluk. AS dan Arab Saudi menyalahkan Iran, sementara Teheran membantah tuduhan itu.
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengaku telah berdiskusi dengan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz tentang perlunya melakukan kampanye keamanan maritim di Selat Hormuz.

(ans/dea)

[Gambas:Video CNN]