Buntut Bentrok, India Larang 59 Aplikasi Seluler China

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 30/06/2020 01:14 WIB
Members of ruling Bharatiya Janata Party march in front of India Gate monument in New Delhi, India, holding candles as tributes to Indian soldiers killed during confrontation with Chinese soldiers in the Ladakh region, Wednesday, June 17, 2020. Twenty Indian troops were reportedly killed, in the clash in the Ladakh region late Monday that was the first deadly confrontation on the disputed border between India and China since 1975. (AP Photo/Manish Swarup) India melarang 59 aplikasi seluler China sebagai buntut bentrokan yang terjadi di perbatasan Himalaya. Ilustrasi. ( AP/Manish Swarup).
Jakarta, CNN Indonesia --

India pada Senin (29/6) memutuskan melarang 59 aplikasi seluler China, termasuk TikTok dan WeChat di negara mereka. Larangan yang hanya berselang beberapa minggu setelah bentrokan di perbatasan Himalaya dilakukan dengan alasan keamanan dan privasi nasional.

"Pemerintah India telah memutuskan untuk melarang penggunaan aplikasi tertentu. Aplikasi itu terlibat dalam kegiatan yang merugikan kedaulatan, pertahanan dan keamanan negara India dan ketertiban umum," kata kementerian teknologi informasi dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari AFP, Senin (30/6).

"Keputusan ini adalah langkah yang ditargetkan untuk memastikan keamanan dan kedaulatan dunia maya India," tambah mereka.


Namun, mereka tidak menyatakan secara jelas kapan larangan itu akan mulai berlaku. Ketegangan antara China dan India belakangan ini meningkat.

Peningkatan terjadi menyusul kematian 20 tentara India dalam pertempuran satu lawan satu dengan Cina di sepanjang perbatasan Ladakh utara. Wilayah tersebut selama ini memang dipersengketakan oleh China dan India.

Mereka telah berkonflik di perbatasan tersebut sejak 1962. New Delhi menuduh Cina mengganggu wilayahnya. Tuduhan dibantah Beijing.

Ribuan tentara tetap bersiaga, meskipun kedua belah pihak mengatakan berusaha menyelesaikan masalah itu melalui dialog. Ponsel Cina memiliki pangsa hampir 65 persen di pasar smartphone lokal India.

Aplikasi berbagi video seperti TikTok dan Helo juga populer di kalangan anak muda India. Diperkirakan ada sekitar 120 juta pengguna TikTok di India.

Hal itu menjadikan negara Asia Selatan sebagai pasar internasional terbesar aplikasi. 

(agt)

[Gambas:Video CNN]