AS Setop Ekspor Senjata ke Hong Kong, China Ancam Balas

CNN Indonesia | Selasa, 30/06/2020 20:40 WIB
Hong Kong and China flags against commercial buildings Ilustrasi bendera Hong Kong dan Bendera China. (iStockphoto/ymgerman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat menyatakan berhenti mengekspor alat militer sensitif kepada Hong Kong beberapa jam menjelang China mengesahkan Undang-Undang Keamanan Nasional kontroversial terhadap wilayah khusus itu.

AS akan menyetop semua ekspor senjata ke Hong Kong mulai dari amunisi canggih hingga perangkat keras militer yang selama ini membutuhkan lampu hijau dari Kongres untuk dikirim.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menuturkan keputusan itu membuat Negeri Paman Sam memperlakukan Hong Kong tak lagi sebagai wilayah otonomi China.


Pompeo menuturkan langkah ini dilakukan AS sebagai respons atas gagasan China yang mendorong pengesahan UU Keamanan Nasional Hong Kong. UU tersebut dinilai banyak pihak semakin memperbesar kontrol China terhadap urusan Hong Kong.

"Kami tidak bisa lagi membedakan antara ekspor barang-barang tertentu ke Hong Kong atau China," ucap Pompeo melalui sebuah pernyataan pada Senin (29/6).

"Kami tidak bisa mengambil risiko barang-barang militer ini jatuh ke tangan militer China yang tujuan utamanya adalah untuk menegakkan kediktatoran China dengan segala cara," ujarnya menambahkan seperti dilansir AFP.

China sendiri menyatakan akan membalas AS terkait penghentian ekspor senjata tersebut. Ancaman itu diutarakan China tak lama setelah mengesahkan UU Keamanan Nasional Hong Kong.

"Upaya AS untuk menghalangi China memajukan UU Keamanan Nasional Hong Kong melalui apa yang disebut dengan sanksi tidak akan pernah berhasil," kata juru bicara Kemlu China, Zhao Lijian.

Zhao menuturkan "China akan mengambil segala tindakan pembalasan yang diperlukan" dalam merespons sanksi AS tersebut.

(rds/dea)

[Gambas:Video CNN]