Kematian Tembus 500 Ribu, WHO Ingatkan Corona Belum Berakhir

CNN Indonesia | Selasa, 30/06/2020 07:15 WIB
A TV grab taken from a video released by the World Health Organization (WHO) shows WHO Chief Tedros Adhanom Ghebreyesus attending a virtual news briefing on COVID-19 (novel coronavirus) from the WHO headquarters in Geneva on April 6, 2020. - The WHO said on April 6, 2020 that facemasks could be justified in areas where hand-washing and physical distancing were difficult, as it teamed up with Lady Gaga to launch a giant coronavirus awareness concert. (Photo by - / AFP) Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Foto: AFP/-)
Jakarta, CNN Indonesia --

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali mengingatkan jika pandemi virus corona di dunia hingga saat ini masih belum berakhir, kendati angka kematian global telah melewati setengah juta jiwa dan akumulasi kasus baru terus bertambah.

Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan tak mengelak jika semua pihak ingin Covid-19 segera berakhir agar bisa kembali melanjutkan hidup. Akan tetapi, kenyataannya hal itu terasa sulit saat ini.

"Walaupun bayak negara telah mengalami kemajuan, secara global pandemi ini sebenarnya sedang meningkat. Ini bahkan belum berakhir," ujar Ghebreyesus dalam konferensi pers virtual pada Seni (29/6) seperti dikutip AFP.


Virus corona mulai menyebar dari China pada akhir Desember 2019. Saat ini virus telah menyebar dengan cepat ke seluruh dunia.

Data statistik John Hopkins University mendatat saat ini ada 10.268.786 kasus corona di seluruh dunia. Sementara angka kematian global mencapai 504.345 jiwa.

WHO menyatakan pekan depan akan mengirim tim ke China untuk mencari sumber atau penyebab penyebaran virus. WHO juga memperingatkan dunia soal peningkatan perpecahan global akibat masalah tersebut.

"Kita dapat memerangi virus dengan lebih baik ketika kita mengetahui segala sesuatu tentang virus, termasuk bagaimana virus itu dimulai," ujar Ghebreyesus.

"Karenanya, kami akan mengirimkan tim minggu depan ke China. Kami berharap tim nantinya bisa mendapatkan gambaran dan pemahaman soal bagaimana virus dimulai," tambahnya.

Dia tidak merinci susunan tim, atau misi khusus yang dijalankan. Ia hanya menyatakan pengiriman tim dilakukan karena WHO takut sesuatu yang buruk akan terjadi.

"Enam bulan lalu, tidak ada dari kita yang bisa membayangkan bagaimana dunia ini. Tidak ada yang pernah membayangkan kita akan dilemparkan ke dalam kekacauan oleh virus baru ini," ujarnya.

(AFP/evn)

[Gambas:Video CNN]