China Tuduh AS Pamer Kekuatan Kerahkan 2 Kapal Induk ke LCS

CNN Indonesia | Rabu, 08/07/2020 08:00 WIB
A French F-2 Rafale M (R) approaches for a landing aboard the aircraft carrier USS Theodore Roosevelt (CVN 71) on July 21, 2008 during combined French and American carrier qualifications in the Atlantic Ocean. This event marks the first integrated US and French carrier qualifications aboard a US aircraft carrier.           AFP PHOTO/US NAVY/Mass Communication Specialist 2nd Class Nathan Laird (RELEASED)     == GETTY OUT == (Photo by MC2 Nathan Laird / Navy Visual News Service (NVNS) / AFP) Ilustrasi kapal induk Amerika Serikat. (AFP/MC2 NATHAN LAIRD)
Jakarta, CNN Indonesia --

China menganggap pengerahan dua kapal induk Amerika Serikat ke Laut China Selatan sebagai aksi pamer kekuatan.

AS mengirimkan dua kapal induk dan sejumlah kapal ke perairan yang disengketakan itu untuk ikut serta dalam latihan militer.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan latihan itu dilakukan sepenuhnya karena motif tersembunyi dan merusak stabilitas di wilayah itu.


"AS sengaja mengirim pasukan besar-besaran untuk melakukan latihan militer berskala besar di perairan Laut Cina Selatan untuk memamerkan kekuatannya," kata Zhao pada briefing harian, Senin (6/7) seperti dikutip dari Time.

Laut China Selatan memang menjadi wilayah rawan konflik setelah Tiongkok mengklaim hampir 90 persen perairan kaya sumber daya alam itu. Klaim tersebut tumpang tindih dengan sejumlah negara yang memiliki zona ekonomi eksklusif (ZEE) di Laut China Selatan seperti Vietnam, Malaysia, Filipina, Brunei, hingga Taiwan.

China juga semakin agresif mempertegas klaim historisnya atas Laut China Selatan sejak awal tahun. Pemerintahan Presiden Xi Jinping terus mengerahkan puluhan kapal ikan dan kapal patroli ke Laut China Selatan hingga menimbulkan friksi dengan Malaysia, Vietnam, bahkan Indonesia pada awal Januari lalu.

Meski Indonesia mengaku tak memiliki sengketa wilayah dengan China di Laut China Selatan, aktivitas kapal ikan dan kapal patroli Tiongkok yang sempat menerobos ZEE Indonesia di dekat perairan Natuna kian mengkhawatirkan Jakarta. 

Baru-baru ini, kapal China juga menyerang kapal ikan Vietnam di wilayah Laut China Selatan yang diperebutkan kedua negara.

Angkatan Laut AS mengatakan pada akhir pekan bahwa USS Nimitz dan USS Ronald Reagan bersama dengan kapal dan pesawat perang lainnya melakukan latihan di Laut China Selatan.

Juru Bicara Seventh Fleet AS, Joe Jeiley memastikan bahwa pengerahan kapal ini semata untuk melatih fleksibilitas para personel Angkatan Laut AS dalam menanggapi situasi di kawasan, tak ada kaitannya dengan politik maupun peristiwa dunia terkini.

Berdasarkan laporan CNN, latihan ini sudah direncanakan sejak lama, tapi memang jadwalnya bertepatan dengan China yang melakukan latihan di dekat kawasan sengketa di Kepulauan Paracel.

AS sendiri meminta China menghentikan latihan militer tersebut karena dianggap dapat membuat kawasan kian tidak stabil.

(dea)

[Gambas:Video CNN]