Tentara China Menarik Diri dari Perbatasan India

CNN Indonesia | Senin, 06/07/2020 19:18 WIB
In this photograph taken on July 10, 2008, A Chinese soldier gestures as he stands near an Indian soldier on the Chinese side of the ancient Nathu La border crossing between India and China. When the two Asian giants opened the 4,500-metre-high (15,000 feet) pass in 2006 to improve ties dogged by a bitter war in 1962 that saw the route closed for 44 years, many on both sides hoped it would boost trade. Two years on, optimism has given way to despair as the flow of traders has shrunk to a trickle because of red tape, poor facilities and sub-standard roads in India's remote northeastern mountainous state of Sikkim. AFP PHOTO/Diptendu DUTTA (Photo by DIPTENDU DUTTA / AFP) Tentara China dilaporkan mulai meninggalkan daerah perbatasan dengan India. (Foto: DIPTENDU DUTTA / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tentara China dilaporkan mulai menarik diri dengan membongkar tenda dan sejumlah bangunan dari daerah perbatasan dengan India dekat Himalaya pada Senin (6/7). Penarikan pasukan ini dilakukan setelah sempat terjadi bentrok antara tentara China dan India di lembah Galwan di Ladakh pada 15 Juni lalu.

Sumber militer India kepada AFP mengatakan jika Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) terlihat mulai memindahkan tenda dan bangunan dan ada sejumlah 'gerakan di belakang'. China dilaporkan mengerahkan sejumlah kendaraan militer ke lembah Galwan.

"PLA mulai mengambil tindakan sesuai dengan kesepakatan dalam pertemuan Komandan Korps (kedua negara)," ujar sumber tersebut.


Sumber yang sama mengatakan jika tentara India membenarkan adanya penarikan diri dari kawasan tersebut.

Di sisi lain, militer India tidak memberikan pernyataan adanya upaya penarikan diri serupa dari pihak mereka di lokasi tersebut.

Infografis Jejak Sengketa Perbatasan India-ChinaFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
Infografis Jejak Sengketa Perbatasan India-China

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian dalam konferensi pers Senin di Beijing mengatakan jika kedua pihak telah membuat kemajuan positif untuk menarik pasukan di garis depan dan melonggarkan situasi di perbatasan.

"Kami berharap pihak India juga melakukan langkah serupa untuk mengimplementasikan konsensus yang telah disepakati kedua pihak dengan tindakan praktis," ujar Zhao.

Bentrok antara tentara India dan China pada pertengahan Juni lalu merupakan yang pertama sejak 45 tahun terakhir. India mengonfirmasi sejumlah pasukannya tewas dalam bentrokan tersebut.

India dan China sejak 1962 telah selisih paham terkait daerah perbatasan.

Bentrokan tersebut telah meningkatkan ketegangan antar kedua pihak. Insiden di Lembah Galwan juga menjadi insiden pertama yang menewaskan tentara di daerah yang menjadi sengketa antara kedua pihak.

Sentimen anti-China tumbuh di India sejak bentrokan tersebut. Pemerintah India sempat memblokir beberapa aplikasi seluler besutan China, termasuk TikTok.

(AFP/ ans/evn)

[Gambas:Video CNN]