Angka Kematian Corona Rendah, Rusia Sebut Punya Obat Sendiri

CNN Indonesia | Rabu, 08/07/2020 16:23 WIB
Duta Besar Rusia, Lyudmila Georgievna Vorobieva Duta Besar Rusia di Indonesia Lyudmila Vorobieva. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)
Jakarta, CNN Indonesia --

Duta Besar Rusia di Indonesia Lyudmila Vorobieva, mengungkapkan angka kematian akibat virus corona di negaranya terbilang rendah karena memiliki obat-obatan sendiri yang saat ini sedang dalam tahap pengembangan. Namun dia tidak menjelaskan lebih detail mengenai obat yang dimaksud.
 
Hingga saat ini Rusia memiliki 700.792 kasus Covid-19 dan 10.667 kematian. Sebagai perbandingan, Spanyol yang memiliki angka infeksi jauh lebih rendah dengan 299.210, namun mencatat kematian tinggi yakni 28.392. Begitu juga Inggris, negara dengan 286.349 kasus corona dan 44.391 korban jiwa.

Rusia menjadi negara keempat dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia.

"Kami memiliki obat-obatan kami sendiri dan obat-obatan baru ini telah dikembangkan. Dan saya juga akan mengatakan bahwa kami sedang mengerjakan vaksin untuk (mencegah) Covid-19," kata Vorobieva dalam briefing lewat aplikasi online, Rabu (8/7).
 
Lewat kesempatan itu, Vorobieva juga mengatakan bahwa vaksin yang dikembangkan Rusia sedang berada di tahap uji coba ke manusia. Kata dia sejauh ini menunjukkan hasil positif.
 


Insert Artikel - Waspada Virus CoronaFoto: CNN Indonesia/Fajrian


"Kami berharap bahwa obat ini akan selesai pada bulan September. Dalam artian pada akhir tahun, kami mungkin bisa memiliki vaksin anti-Covid-19 dan kami siap untuk berbagi pengalaman ini dengan (negara) mitra dan teman-teman kami," ujarnya.
 
Dia mengatakan bahwa Rusia berada di posisi utama yang tidak membeda-bedakan negara untuk mendistribusikan vaksin temuannya.
 
"Seperti yang saya sebutkan, posisi utama (Rusia) yaitu setiap negara besar atau kecil, kaya atau terbelakang, (semuanya) memiliki akses (yang sama) terhadap vaksin untuk mencegah Covid-19 terjadi lagi," kata Vorobieva.
 
Sebelumnya Rusia mengungkapkan alasan rendahnya angka kematian akibat virus corona di negara itu karena tak menghitung orang yang meninggal akibat penyakit penyerta meski memang positif Covid-19.
 
Rendahnya korban jiwa ini menimbulkan pertanyaan tentang kemungkinan kematian yang tidak dilaporkan.

Seperti dikutip dari AFP, Rusia mengakui angka kematian yang dipublikasikan di situs pemerintah hanya mencakup kasus-kasus di mana virus corona digolongkan sebagai penyebab utama kematian. Itu terjadi karena Rusia menggunakan definisi yang lebih luas daripada rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menentukan penyebab kematian.

(ans/dea)

[Gambas:Video CNN]